Pemilihan Permasalahan Penelitian

Permasalahan yang telah diidentifikasi kadang-kadang sifatnya masih umum, belum kongkrit dan spesifik. Jika demikian keadaannya, maka permasalahan yang demikian tadi harus dipersempit agar lebih kongkrit dan spesifik melalui pemecahan menjadi sub-sub permasalahan atau sederet pertanyaan yang relevan dengan permasalahan pokoknya. Berikut ini adalah sebuah contoh permasalahan:

Sebuah perusahan cukup besar yang menghasilkan produk yang sangat laku di pasaran dan cukup modern yang terdiri dari beberapa departemen, pada semua departemen dari perusahaan ini sudah didukung oleh beberapa komputer yang bersifat standalone.

Departemen yang ada antara lain: departemen pemasaran, departemen keuangan, departemen produksi, departemen inventori dan pergudangan dan departemen personalia. Seperti yang telah diutarakan di depan, semua departemen sudah mempunyai beberapa komputer yang digunakan untuk mengelola segala sesuatu pekerjaan pada departemen mereka masing-masing.

Permasalahannya karena setiap teknologi informasi pada masing-masing departemen tidak terpadu, maka bila pemimpin perusahaan ingin mendapatkan informasi tertentu yang memerlukan informasi gabungan dari beberapa departemen misalnya permasalahan departemen pemasaran akan berhubungan dengan departemen inventori dan pergudangan, departemen keuangan dan departemen produksi, yang sudah didukung oleh komputer ini tentu akan cukup sulit.

Untuk mengatasi permasalahan ini maka tidak bisa langsung membuat komputerisasi dari perusahaan ini. Permasalahannya harus dipecahkan secara bertahap. Pertama dengan mempelajari sistem yang sedang dipakai oleh perusahaan tersebut, pelajari dimana terletak kelemahan dari perusahaan tersebut. Dan setelah itu merancang dan membuat sistem baru untuk mengatasi permasalahan yang ada pada perusahaan tersebut dengan menggunakan terori tentang sistem yang telah dipelajari, dalam pembuatan sistem yang lengkap ini misalnya dengan membuat Data flow Diagram (DFD) dari kegiatan pada semua departemen dari perusahaan ini.

Dengan sebelumnya melihat Data Flow Diagram (DFD) yang sudah ada, dan setelah itu dibuat data flow diagram yang benar menurut teori. Untuk membuat DFD dari perusahaan ini maka harus dibuat terlebih dahulu DFD pada masing departemen secara betul, sehingga DFD dari perusahaan yang dibuat untuk perusahaan ini akan menjadi benar dan baik dan benar ini sering diuji dengan sebuah perangkat lunak misalnya Easy Case.

Merancang dan membuat sistem baru untuk mengatasi permasalahan yang ada pada perusahaan tersebut dengan menggunakan terori tentang sistem yang telah dipelajari

Setelah gambar DFD didapat sudah dianggap mendukung untuk kegiatan perusahaan ini maka selanjutnya dibuat program aplikasinya, sehingga bisa didapat sebuah fungsi komputer sesuai dengan maknanya yaitu mampu memberikan informasi dengan cepat, tepat dan benar. Karena dalam pembuatan program pemecahan permasalahannya sudah termasuk seluruh komputer tidak standalone lagi namun, sudah mengakses semua departemen sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing yang berhak.

Pada umumnya tujuan umum penelitian hanya dapat dicapai dengan memecahkan permasalahan yang lebih kecil terlebih dahulu. Penyusunan sub permasalahan bukan merupakan prosedur penelitian, tetapi semata-mata tergantung dari sifat permasalahan dari penelitian itu. Sub permasalahan, sebagaimana namanya adalah permasalahan yang harus dijawab terlebih dahulu untuk dapat memecahkan problema utamanya.

Langkah-langkah seperti: penentuan alat atau instrumen pengambil data, penentuan sampling dan penentuan besarnya sampel, serta penentuan metode analisis data, bukan sub-problema, karena langkah ini hanya menyangkut prosedur penelitian. Ini disebut dengan pseudo sub-permasalahan, yaitu merupakan permasalahan peneliti, bukan permasalahan penelitian.

Jika alat atau instrumen untuk pengambil data harus dikembangkan dan diuji reliabilitas dan validitasnya sebelum digunakan dalam penelitian, maka persoalan ini adalah sub-permasalahan. Persoalan tentang apakah alat pengumpul data ini dapat dipakai atau tidak harus dijawab terlebih dahulu sebelum penelitian dilaksanakan.

Sumber : Metodologi Penelitian Teknologi Informasi – Rudy Setiawan