Tahapan proses penelitian yang diuraikan dalam tulisan ini adalah sebuah alternatif saja, tentu saja tahapan penelitian tidak harus seperti ini, namun harus disesuaikan dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Baik jenis kegiatan maupun urutannya tergantung pada permasalahan yang dihadapi, dan juga tergantung pada bidang keilmuan yang akan diteliti.

Tahapan proses penelitian secara umum adalah sebagai berikut:

  • Identifikasi, pemilihan dan perumusan permasalahan penelitian.
  • Studi Pustaka
  • Perumusan hipotesis d. Identifikasi, klasifikasi dan pemberian definisi operasional variabel
  • Penyusunan rancangan penelitian
  • Penentuan alat pengambil data
  • Pengumpulan, pengaturan dan analisis data
  • Penyusunan laporan penelitian

Identifikasi, Pemilihan dan Perumusan Permasalahan Penelitian

Permasalahan penelitian adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya dengan apa yang ada dalam kenyataan: antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia; antara harapan dengan pencapaian. Secara singkat permasalahan dalam penelitian adalah kesenjangan antara das sollen dan das sein.

Pada umumnya kesulitan yang dihadapi, terutama bagi para peneliti pemula adalah bagaimana mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan penelitian secara jelas dan lengkap. Dengan telah begitu banyaknya penelitian yang telah dilakukan di bidang keilmuannya, para calon peneliti beranggapan bahwa sudah tidak ada lagi lahan permasalahan yang perlu atau bisa diteliti. Di pihak lain ada calon peneliti yang begitu antusias mengumpulkan data tanpa terlebih dahulu merumuskan permasalahan dan tujuan penelitiannya.

Pada umumnya kesulitan yang dihadapi, terutama bagi para peneliti pemula adalah bagaimana mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan penelitian secara jelas dan lengkap.

Harus disadari bahwa untuk mendapatkan jawaban permasalahan sangat diperlukan pembatasan yang jelas dan spesifik dari apa yang akan dituju, dimensi dari studi yang akan dilakukan, hipotesis yang diajukan serta asumsi-asumsi yang mendasarinya.

Identifikasi Permasalahan Penelitian

Langkah pertama yang harus ditempuh oleh seorang peneliti adalah mengidentifikasi permasalahan penelitian. Sebagaimana telah diketahui, penelitian dimulai dari keinginan untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan suatu permasalahan. Siatuasi tertentu yang tidak dapat berjalan dengan baik dan memuaskan dengan kondisi atau prosedur yang telah ada, perlu pengembangan atau penyempurnaan melalui penelitian. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi di bidang profesi seharihari dapat menjadi obyek penelitian yang potensiil. Pada suatu saat selalu ada fenomena yang belum sepenuhnya dimengerti atau ada perbedaan pendapat tentang suatu fenomena tertentu. Hal ini dapat merupakan obyek penelitian yang menarik.

Dikatakan bahwa, ada 3 alasan perlunya ada penelitian di suatu bidang tertentu yaitu:

  • Tidak ada informasi sama sekali pada aspek tertentu pada bidang tersebut.
  • Informasi yang belum lengkap tentang aspek tertentu dalam bidang tersebut
  • Informasi sudah banyak tetapi belum dibuktikan kembali kebenarannya.

Para calon peneliti sebelumnya harus menginventarisasi penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga dapat menentukan mana yang perlu diteliti dan mana yang tidak. Pengulangan penelitian kadang-kadang perlu dilakukan. Misalnya dalam hal penelitian deksriptif yang dilakukan pada suatu kurun waktu tertentu, perlu diulang lagi pada kurun waktu yang lain atau pada tempat yang berlainan. Studi eksperimental yang telah dilakukan perlu diulang untuk menguji validitas hasilnya.

Untuk memperoleh permasalahan penelitian, calon peneliti harus peka terhadap permasalahan. Jika selama ini selalu menerima apa adanya tanpa curiga, maka harus merubah pandangan dan persepsinya tentang:

  • semua yang telah ditulis dalam literatur
  • prosedur dari para instruktur atau seniornya
  • praktek-praktek profesi yang selama ini dikerjakan dan dilihatnya.

Untuk memperoleh permasalahan penelitian, calon peneliti harus peka terhadap permasalahan.

Sikap kritis, berfikir logis dapat memudahkan mendapatkan permasalahan penelitian. Sumber permasalahan penelitian sebenarnya ada dalam diri pribadi calon peneliti sendiri. Calon peneliti harus selalu alergi terhadap alasan yang diberikan oleh kolega, instruktur, seniornya atau tulisan dalam literatur. Calon peneliti harus mengembangkan ketajaman persepsinya, sehingga menjadi lebih awas pada apa saja yang perlu dipertanyakan.

Calon peneliti akan meragukan setiap kesimpulan yang tidak cukup mempunyai bukti atau tidak berdasarkan data yang lengkap atau datanya tidak valid. Jika semuanya itu dianggap memerlukan pembuktian, maka telah sampai pada permasalahan penelitian.

Sumber : Metodologi Penelitian Teknologi Informasi – Rudy Setiawan