Sebelum melakukan instalasi IP Address ada baiknya kita mengetahui nama interface card pada sistem operasi Debian dengan perintah :

# ip link

output

1: lo: <LOOPBACK,UP,LOWER_UP> mtu 65536 qdisc noqueue state UNKNOWN mode DEFAULT group default qlen 1000
    link/loopback 00:00:00:00:00:00 brd 00:00:00:00:00:00
2: enp0s25: <NO-CARRIER,BROADCAST,MULTICAST,UP> mtu 1500 qdisc pfifo_fast state DOWN mode DEFAULT group default qlen 1000
    link/ether 54:ee:75:10:0a:7c brd ff:ff:ff:ff:ff:ff
3: wlp3s0: <BROADCAST,MULTICAST,UP,LOWER_UP> mtu 1500 qdisc mq state UP mode DORMANT group default qlen 1000
    link/ether e8:2a:ea:15:c1:01 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff

Dari hasil output terlihat ada 3, pertama loopback, kedua kartu jaringan ethernet yang menggunakan kabel biasanya enp0s25 , ketiga adalah wlp3s0 biasanya ini adalah kartu jaringan wireless.

Selanjutnya kita mengedit sebuah file konfigurasi dan akan kita seting dengan IP Address statik , dengan perintah :

# nano  /etc/network/interfaces

isi file interfaces adalah

allow-hotplug enp0s25
iface enp0s25 inet static
  address 192.168.100.1
  netmask 255.255.255.0
  gateway 192.168.100.254

Jika konfigurasi dengan IP Address dinamis maka seperti ini :

allow-hotplug enp0s25
iface enp0s25 inet dhcp

Selanjutnya kita seting file resolv.conf

nameserver 8.8.8.8
nameserver 1.1.1.1

Selanjutnya kita perlu me-restart service jaringan dengan perintah

# /etc/init.d/networking  restart