Dari sejumlah penjelasan diatas terlihat bahwa disamping keuntungannya, yaitu peningkatan utilitas prosesor serta kemampuan multitasking penerapan konkurensi pada sistem operasi juga menambah sejumlah kompleksitas baru, antara lain:

  1. Sistem operasi harus dapat mengawasi berbagai proses yang aktif. Informasi untuk pengawasan dan pengelolaan masing-masing proses disimpan dalam suatu struktur data kendali yang disebut dengan Proses Control Block (PCB).
  2. Sistem operasi harus melakukan penjadwalan proses secara adil dan berusaha menjaga keoptimalan kinerja proses-proses secara keseluruhan.
  3. Sistem operasi harus melakukan alokasi dan dealokasi berbagai sumber daya (prosesor, memori, berkas, peranti I/O) untuk masing-masing proses yang aktif. Dalam melakukan alokasi sumber daya ini, sistem operasi harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi deadlock dan starvasion.
  4. Sistem operasi harus melindungi sumber daya yang sedang digunakan oleh suatu proses terhadap pengaksesan proses lain. Ketika terjadi peralihan eksekusi ke proses lain, sumber daya ini harus tetap dijaga agar tidak diakses oleh proses lainnya. Sistem operasi dapat melakukan hal ini dnegan menggunakan mekanisme mutual exlusive (mutex), yang merupakan salah satu bentuk sinkronisasi.
  5. Pada kasus tertentu, sistem operasi harus menjaga jumlah data yang dialirkan dari/ke peranti I/O selalu konstan. Sebagai contoh, jika aplikasi yang dijalankan adalah pemutar lagu maka sistem operasi bertanggung jawab agar aliran data ke kartu suara selalu konstan agar suara yang terdengar tidak terputus putus.
  6. Sistem operasi pun harus memfasilitasi jika proses-proses konkuren memerlukan komunikasi satu sama lainnya.