Seperti halnya terjadi perkembangan kebudayaan sejak adanya manusia, maka penelitian pun mengalami perkembangan dalam pelaksanaanya, sehingga proses penelitian yang ada sekarang sudah melalui suatu proses yang terjadi berabad-abad lamanya sesuai dengan perkembangan kebudayaan manusia, dan oleh Rummel dalam bukunya perkembangan penelitian berlangsung sebagai berikut:

  • Periode Trial & Error: yaitu jenis penelitian yang mendasarkan pada coba-coba dengan catatan bila ternyata hasilnya baik maka hasil ini akan dipakai, dalam kehidupan mereka, namun bila ternyata tidak baik dan bahkan merugikan tidak akan menggunakan hasil yang dicapai dalam penelitian. Penelitian model ini bisa mempunyai biaya atau resiko yang tinggi yang harus dibayar oleh seorang peneliti.
  • Periode Authority & tradition: yaitu jenis penelitian yang dilaksanakan karena ada kekuatan yang mengharuskan sesorang harus melaksanakan penelitian atau ada tradisi yang mengharuskan mereka melaksanakan penelitian tertentu.
  • Periode speculation & argumentation: yaitu jenis penelitian yang dilaksanakan secara spekulasi atau untung-untungan dengan argumentasi tertentu.
  • Periode Hypothesis & experimentation: yaitu jenis penelitian yang boleh dikatakan saat ini sudah cukup modern, dimana sebelum melaksanakan penelitian maka peneliti telah mengetahui dasar-dasar penelitian secara ilmiah, melalui pembuatan hyopthesis dan dengan pembuktian dilaksanakan dengan eksperimen, baru diambil kesimpulan setelah melalui hasil eksperimen yang teruji.

Periode Trial & Error: yaitu jenis penelitian yang mendasarkan pada coba-coba dengan catatan bila ternyata hasilnya baik maka hasil ini akan dipakai

Pengetahuan Ilmiah

Ada berbagai upaya yang dilakukan manusia untuk memperoleh pengetahuan: pertama-tama yang dilakukan adalah bertanya kepada orang lain yang dianggapnya lebih tahu (mempunyai otoritas). Jika dengan cara ini tidak diperoleh jawaban atau pemecahannya, maka akan dicari pemecahan sendiri dengan melalui akal sehat, intuisi, prasangka atau coba-coba saja.

Cara ini tentu saja tidak melalui penalaran, sehingga jawaban atau pengetahuan yang diperoleh bukan pengetahuan ilmiah, sehingga cara-cara diatas disebut cara atau metoda non ilmiah.

Penalaran dilakukan dengan dua macam prosedur logika, yaitu prosedur deduksi dan prosedur induksi. Prosedur deduksi berpangkal dari suatu proposisi umum yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini (self evidence) dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus, sedang pada prosedur induksi berpangkal dari proposisi-proposisi khusus sebagai pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum.

Untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah dua prosedur logika tersebut bukanlah dua hal yang berdiri secara diametral, tetapi keduanya digunakan secara iteratif dan saling mengisi.

Untuk memperoleh pengetahuan ilmiah digunakan penalaran dengan prosedur deduksi dan induksi tersebut, dan dilaksanakan dalam wujud penelitian ilmiah (riset). Dengan demikian penelitian ilmiah (seterusnya disebut penelitian saja) adalah suatu metoda ilmiah, yang harus taat kepada hukum-hukum logika.

Penelitian adalah merupakan kegiatan yang teratur, terencana dan sistematis dalam mencari jawaban atas permasalahan. Melalui kegiatan penelitian itulah peneliti harus bersikap dan berfikir ilmiah yakni bersikap dan bersikap skeptis, analitis dan kritis. Berfikir skeptis maksudnya peneliti harus selalu menanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung setiap pernyataan, berfikir analitis maksudnya peneliti selalu menganalisis setiap permasalahan, mana yang pokok dan mana yang tidak pokok, mana yang relevan dan mana yang tidak relevan, dan berfikir kritis maksudnya peneliti harus selalu mendasarkan fikiran dan pendapatnya pada logika dan mampu menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan mendasarkan pada analisis akal sehat.

Dengan cara berfikir tersebut peneliti diharapkan dapat membuat dan merumuskan berbagai pertanyaan atau persoalan dengan tepat. Dengan pertanyaan atau persoalan yang tepat dan tajam, peneliti akan memperoleh jawaban-jawaban yang tepat dari persoalan atau permasalahannya. Suatu penelitian sudah sewajarnya apabila harus bersifat ilmiah, sifat ilmiah ini erat hubungannya dengan metode penyimpulan.

Dengan pertanyaan atau persoalan yang tepat dan tajam, peneliti akan memperoleh jawaban-jawaban yang tepat dari persoalan atau permasalahannya. Suatu penelitian sudah sewajarnya apabila harus bersifat ilmiah, sifat ilmiah ini erat hubungannya dengan metode penyimpulan.

Tujuan dari penelitian ilmiah adalah untuk memperoleh pengertian daripada fenomena atau proses dalam penyelidikan bidang tertentu dalam usaha meramalkan secara teliti apa yang akan terjadi

Suatu tulisan disebut ilmiah apabila pokok pokok fikiran yang dikemukakan disimpulkan melalui suatu prosedur yang sistematis dengan menggunakan pembuktian-pembuktian yang cukup meyakinkan. Bukti-bukti yang meyakinkan tersebut umumnya berupa fakta-fakta yang diperoleh secar obyektif dan telah disaring melalui berbagai proses pembuktian. Bukti-bukti tersebut didapat melalui penelitian yang teliti dan hati-hati.

Tujuan penelitian ilmiah adalah untuk memperoleh pengertian daripada fenomena atau proses dalam penyelidikan bidang tertentu dalam usaha meramalkan secara teliti apa yang akan terjadi, baik dalam proses itu sendiri (misalnya ramalan harga, volume penjualan, aktivitas perusahaan, produksi pertanian) maupun dalam modifikasi proses atau dalam pengembangan proses baru (seperti metoda yang lebih efisien daripada produksi, pemasaran, pengangkutan, penggalian hasil tambang).

Kegiatan penelitian adalah merupakan proses yang berjalan secara terus-menerus. Ilmu pengetahuan modern khususnya ilmu pengetahuan sosial merupakan suatu proses yang tidak berakhir, suatu proses yang tidak pernah berhenti. Hasil penelitian tidak akan pernah merupakan hasil yang final yang tidak dapat diganggu gugat lagi. Hasil penelitian seseorang harus tunduk kepada hasil penelitian orang lain yang muncul belakangan, apabila ada data baru membantah data sebelumnya.

Dalam suatu kegiatan penelitianpun dari awal sampai akhir juga merupakan proses, yaitu proses yang terus-menerus disempurnakan dalam usaha menjawab suatu poersoalan. Dalam hal ini peneliti harus mampu mengambil pelajaran dari setaip pengalaman penelitian untuk lebih memperbaiki pelaksanaan penelitian selanjutnya. Pengetahuan dan pengertian peneliti terhadap permasalahan yang sedang dipelajari berkembang secara terus menerus sepanjang proses peneltian. Peneliti harus selalu siap setiap saat untuk mengadakan perubahan dan penyesuaian dalam hipotesis utama, data dikumpulkan, metode analisis, dan bahkan ruang lingkup studi secara keseluruhan.

Peneliti harus selalu bertanya pada diri sendiri tentang:

  • Permasalahan utama apakah yang sedang diuji?
  • Pertanyaaan utama apakah yang akan dijawab?
  • Hipotesis utama apakah yang sedang diuji? Dengan demikian peneliti akan selalu

Dengan demikian peneliti akan selalu berkonsentrasi dan menggunakan akal fikirannya bagi topik penelitian yang sedang dilakukannya. Kemajuan di dalam penelitian ilmiah diukur dengan ketelitian yang makin tinggi dari ramalan (prediction) yang didasarkan pada pengertian yang diperoleh dari penelitian. Memang sebenarnya tujuan daripada penelitian ilmiah dapat dringkaskan dalam dua kata-kata kunci yaitu: “understanding” dan “prediction”.

Di dalam usaha untuk meningkatkan kadar ilmiah penelitian, ilmu statistik semakin besar peranannya yakni membantu merumuskan permasalahan penelitian dalam istilah dan pengertian yang relevan dan tidak meragukan dan memberikan metode yang efisien dalam pengumpulan dan analisis data, di mana segala tahap penelitian diatur dan dikoordinasikan ke arah tujuan untuk memilih jalan penyimpulan yang paling tepat. Peranan model matematika di dalam memecahkan suatu permasalahan penelitian sangat penting. Dalam tahap penyusunan model, peneliti mengadakan abstraksi (khayalan) mengenai hubungan antara berbagai variabel.

Kemajuan di dalam penelitian ilmiah diukur dengan ketelitian yang makin tinggi dari ramalan (prediction) yang didasarkan pada pengertian yang diperoleh dari penelitian.

Sumber : Metodologi Penelitian Teknologi Informasi – Rudy Setiawan