Teknologi storage server mirip dengan server biasa, tapi memiliki beberapa faktor yang sedikit berbeda, antara lain :

  1. Kapasitas storage server lebih besar, efisien dan efektif, Sebuah storage server saat ini berkapasitas minimal 4TB. Storage server berkapasitas lebih besar dapat mengelola lebih dari 16TB. Sebuah perangkat storage server mampu menyimpan minimal 4 unit – 16 unit HDD atau SSD dalam konfigurasi RAID.
  2. Pengelolaan komputasi atau processor pada storage server umumnya relatif rendah dibandingkan dengan processor server utama, karena hanyak digunakan untuk mengelola penyimpanan dan akses data dan tidak membutuhkan komputasi yang kompleks. Sebagai besar storage server masih menggunakan processor dekstop low-end, seperti Intel Atom dan Celeron.
  3. Pengelolaan memory utama (RAM) pada storage server menggunakan kapasitas secukupnya, yaitu tidak terlalu besar maupun terlalu kecil. Memory memiliki peran penting dalam storage server , karena akses ke storage harus melewati RAM terlebih dahulu. Sebuah storage server tunggal memiliki kapasitas RAM minimal 4GB.
  4. Storage server menggunakan teknologi storage terbaru, misalnya flash array pada SSD. Flash array adalah sekumpulan SSD berkecepatan tinggi yang disusun dalam sebuah array (susunan terkonfigurasi), sehingga membantu pengelolaan storage menjadi lebih efisien.
  5. Storage server menggunakan HDD atau SSD tipe Enterprise yang didesain untuk kebutuhan storage. HDD/SSD kelas Enterprise berbeda dengan komponen storage yang digunakan pada PC. Selain memiliki kecepatan pengelolaan yang lebih tinggi, HDD/SSD Enterprise juga dirancang untuk beroperasi 24 jam dengan MTBF (Mean Time Before Failur) tinggi. MTBF adalah waktu rata-rata komponen mengalami kerusakan.
  6. Storage server dapat menggunakan OS Open Source (seperti Linux) yang dimodifikasi untuk kepentingan pengelolaan storage. Penggunaan Open Source cukup penting karena interface management storage membutuhkan konfigurasi tersendiri.