Sistem perangkat lunak pada komputer terdiri atas komponen firmware, sistem operasi dan program aplikasi.

Firmware

Firmware merupakan perangkat lunak yang disertakan pada perangkat  keras dari vendornya. Dengan kata lain, kode instruksinya disimpan di dalam perangkat keras itu sendiri. Instruksi-instruksi BIOS (Basic Input Output System) yang terdapat pada flash ROM motherboard merupakan contoh suatu firmware. Contoh lainnya adalah flash ROM yang terdapat pada suatu kartu grafis. Firmware umumnya berupa instruksi untuk inisiasi dan pengendalian operasi perangkat keras bersangkutan. Misalnya BIOS pada motherboard berisi instruksi untuk berkomunikasi dan melakukan inisiasi kerja dari prosesor, memori dan subsistem I/O lainnya yang terintegrasi dalam motherboard tersebut.

Sistem Operasi

Selain firmware yang mengatur kerja suatu perangkat keras, diperlukan komponen perangkat lunak lainnya untuk mengoordinasikan penggunaan berbagai komponen perangkat keras komputer lainnya.

Sistem operasi merupakan komponen perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola seluruh komponen dan sumber daya komputer, fisik maupun nonfisik (misalkan data) agar dapat digunakan secara optimal. Selain itu, sistem operasi bertanggung jawab untuk menyediakan antarmuka bagi pengguna  maupun program aplikasi. Sistem operasi memiliki posisi yang sangat menentukan dalam sistem komputer. Seperti halnya tubuh tanpa jiwa adalah mati maka perangkat keras komputer tanpa adanya sistem operasi adalah tidak berguna. Ada berbagai macam sistem operasi DOS, Windows, GNU/Linux, BSD. 

Seperti halnya tubuh tanpa jiwa adalah mati maka perangkat keras komputer tanpa adanya sistem operasi adalah tidak berguna