Saat membuat VLAN kita telah menggunakan perintah switchport. Contoh penggunaan perintah sebagai berikut :

Ada dua buah baris yang harus kita ketikkan. Baris kedua cukup jelas. Disini port akan dikelompokkan dengan VLAN 3. Sedangkan baris pertama mungkin masih belum jelas.

Ada dua jenis link, yaitu access link dan trunk link. Berikut ini kutipan dari apa yang sudah dijelaskan pada pemahasan yang lalu .

  • Access Link. Merupakan tipe link yang umum dan dimiliki oleh hampir semua jenis switch VLAN. Access Link lazimnya digunakan untuk menghubungkan komputer dengan switch. Access Link tidak lain merupakan port switch yang sudah terkonfigurasi. Access Link mendukung teknologi biasa (10 Mbps) hingga Fast Ethernet (100 mbps)
  • Trunk Link. Istilah diambil dari sistem telepon yang dapat mengakut beberapa percakapan sekaligus (multipe conversation). Trunk Link digunakan untuk menghubungkan switch dengan switch yang lain, switch dengan router, atau switch dengan server. Jadi, port telah dikonfigurasikan untuk dilalui berbagai VLAN. (tidak hanya sebuah VLAN). Trunk Link hanya mendukung teknolgi Fast (100 Mbps) atau Gigabit (1000 Mbps) Ethernet. Sebab Trunk Link lazimnya dihubungkan dengan network backbone berkecepatan tinggi. Wajar jika kebutuhannya lebih tinggi dibandingkan Access Link.

Secara teori, Trunk Link dapat digunakan oleh 1005 buah VLAN pada saat bersamaan. Ada tipe 3 trunk link :

  • IEEE 802.10
  • IEEE 802.1Q
  • Inter-Switch Link (ISL)
  • LAN Emulation (LANE)

Lalu dari sisi praktis, apa maksud link dan perintah diata ?

Switch dapat dihubungkan dengan end station (komputer atau perangkat network lain (router, switch, menjadi uplink port, dan sebagainya) Jika kita menghubungkan switch dengan end station maka perintah yang digunakan adalah

Saat ini kita hanya menggunakan sebuah switch dengan beberapa buah komputer sebagai end station. Sehingga cukup menggunakan access link saja.