Framework Cloud Open Source

Server cloud memerlukan hardware dan software yang memadai. Sekurang-kurangnya diperlukan dua buah komputer, perangkat network standar, dan storage berukuran besar untuk menyimpan file-file VM. Storage mungkin saja berupa perangkat SAN dan NAS, bisa juga komputer yang sudah difungsikan sebaga share storage.

Topologi server cloud sangat bergantung pada pilihan framework yang digunakan. Jika menggunakan framework cloud open source maka topologi dapat digambarkan seperti diagram berikut ini.

Gambar Topologi Sistem Cloud Computing Berbasis Open Source
Gambar Topologi Sistem Cloud Computing Berbasis Open Source

Storage yang digunakan sebaiknya dipisah dari komputer frontend maupun worker. Untuk keperluan eksperimental dapat digunakan storage yang ada dikomputer worker. Namun kondisi ini akan menyulitkan proses manajemen VM. Sehingga sangat dianjurkan memiliki perangkat storage terpisah. Perangkat storage tersebut dapat berupa SAN ataupun NAS. Untuk keperluan eksperimental kita dapat menggunakan sebuah komputer yang difungsikan sebagai server NFS.

Kita memerlukan dua buah komputer yang akan difungsikan sebagai komputer pengendali (controller atau frontend) dan komputer pengolah (worker atau node). Komputer worker harus diinstall hypervisor. Sedangkan komputer frontend diinstall aplikasi pengendali. Beberapa framework open source masih mengizinkan pemakaian komputer 32 bit untuk komputer worker.

Walaupun dalam praktiknya sebuah komputer dapat difungsikan sebagai frontend sekaligus worker, namun kondisi ini hanya cocok diterapkan untuk keperluan eksperimental. Jika ingin menggunakan server cloud pada lingkungan produksi maka sebaiknya frontend dan worker dipisahkan.

Komputer frontend tidak harus canggih (memiliki daya komputasi besar). Yang penting cukup memadai untuk mengendalikan node atau worker. Sedangkan komputer node atau worker sebaiknya memiliki daya komputasi yang cukup besar. Lebih baik jika menggunakan komputer dengan beberapa processor (core). Semakin banyak VM yang akan dijalankan maka akan semakin banyak juga node atau worker yang dibutuhkan.

Jika menggunakan framework sekelas Vmware ESX/ESXi atau framework komersial lainnya maka kita memerlukan komputer 64 bit. Kondisi ini mungkin akan menyulitkan bagi mereka yang ingin melakukan eksperimen pada komputer 32 bit.

Topologi untuk masing-masing framework komersial bisa berbeda satu dnegan yang lainnya. Sehingga kita perlu mempelajari masing-masing framework secara detail. Secara umum, jika “dilihat dari luar” akan ada kemiripan antara topologi framework cloud open source dengan Vmware, tentu saja cara kerja kedua framework sangat berbeda.

Topolog Sistem Cloud Computing Berbasis VMware-ESX

Membangun server cloud yang melibatkan Vmware ESX relatif lebih rumit dibandingkan framework cloud open source. Kita memerlukan beberapa buah komputer (lebih dari dua buah).

Salah satu komputer akan digunakan keperluan manajamen ESX. Sedangkan yang lainnya digunakan untuk database, storage dan backup. Untuk keperluan eksperimental, kita dapat memanfaatkan dua buah komputer saja. Salah satunya akan difungsikan sebagai pengendali.

Vmware menawarkan beberapa fitur yang sangat dibutuhkan pada lingkungan produksi. Beberapa produksi. Beberapa fitur yang dimaksud adalah :

  • Vmotion, Fitur live migration, kita dapat memindahkan VM dari satu komputer ke komputer lainnya manakan VM sedang aktf (tanpa perlu mematikan komputer atau VM)

  • Storage Vmotion, Mirip dengan Vmotion, kita dapat memindahkan VM secara live dari satu storage ke storage lainnya.

  • DRS (Distributed Resource Scheduler) , Fitur automatic load balancing pada ESX cluster. Dengan fitur ini maka beban kerja dapat dibagi kebeberapa komputer secara otomatis.

  • HA (High Availability). Fitur HA memungkinkan VM akan di-restart otomatis di komputer lain manakala sebelumnya mengalami failur.

Fitur tambahan yang disediakan oleh ESX sangat bergantung pada jenis lisensinya (yang harus dibeli). Contoh fitur lainnya yaitu :Vmware Consolidated Backup, Vmware Update Manager, Distributed Power Management.

Vmware memiliki aplikasi berbama vCenter Server (Virtual Center) yang dapat digunakan untuk mengelola semua komputer yang menjalankan ESX dan semua VM. Diagram Vmware ESX yang melibatkan Virtual Center dapat dilihat pada gambar berikut ini.

VMware ESX Dengan Virtual Center
VMware ESX Dengan Virtual Center

Virtual Center dikhususkan untuk ESX dan bukan ESXi. ESXi tidak dapat diintegrasikan dengan Virtual Center karena tidak memiliki virtual circuit (VC) agent dan tidak ada web interface untuk VM management.

ESX mendukung booting dari SAN, sedangkan ESXi tidak bisa. ESXi juga tidak dapat terintegrasi dengan teknologi Active Directory. Namun ESXi lebih ringan dapat digunakan secar cuma-cuma (freeware)