Memory

Memory sangat berpengaruh pada jumlah task atau pekerjaan yang dapat dilakukan persatuan waktu. Sebuah komputer super yang memiliki memori kecil akan kurang bermanfaat dibandingkan dengan komputer biasa yang memiliki memori besar.

Server cloud akan menjalankan VM-VM yang membutuhkan memori untuk sistem operasi dan aplikasi yang berjalan diatas VM tersebut. Jika sebuah VM memerlukan 1GB, sedangkan memori server yang tersedia hanya 4GB, maka kita hanya dapat menjalankan 3 buah VM atau kurang. Karena server juga memerlukan memori untuk proses internal. Kebutuhan memori saat menjalankan VM-VM dapat diketahui menggunakan Vmware, kita dapat melihat statistik pemakaian memori. Sedangkan framwork open source dapat menggunakan utilitas yang tersedia, salah satunya apa yang disediakan oleh Linux.

Pemakaian memori untuk setiap VM dapat dikontrol dan tidak akan melewati batas yang sudah ditentukan. Manakala pemakaian memori tidak terkontrol maka akan menyebabkan kinerja server terganggu (lambat) bahkan menjadi crash.

CPU

CPU merupakan otaknya komputer. Hypervisor akan bekerja keras dan memerlukan CPU yang cukup kencang. Saat ini cukup banyak hypervisor yang sudah mendukung CPU 64bit. Secara teoritis, CPU 64bit akan bekerja dua kali lebih kencang dibandingkan CPU 32bit. Jika kemungkinan, gunakan CPU terbaru yang masih didukung hypervisor.

Pemakaian CPU tergolong sulit diamati, Kita memerlukan utilitas yang dapat memonitor dan menghitung penggunaan CPU. Dari sana maka kita dapat menentukan nilai processor ulitilization average dan maximums (nilai rata-rata dan nilai maksimum). Biasanya diperlukan waktu sekitar satu bulan untuk mengamati pemakaian CPU pada sebuah server.

Sebagai contoh, ada dua buah server, yanitu server A dan B. Sever A memiliki empat buah processor. Server B memiliki dua buah processor. Dari hasil pengamatan (menggunakan ulilitas) ternyata diperoleh sebagai berikut

CPU Server A

Average

Ulitlization

Maximum

Utilization

1

0.02

0.25

2

0.03

0.22

3

0.04

0.30

4

0.01

0.26

Total

0.10

1.03

Rata-rata per CPU

0.025

0.2575

CPU Server B

Average

Ulitlization

Maximum

Utilization

1

0.06

0.45

2

0.08

0.40

Total

0.14

0.85

Rata-rata per CPU

0.025

0.2575

Dari data tersebut maka dapat diketahui nilai maksimum pemakaian CPU pada Server A adalah 0.2575 atau 25.75%. Sedangkan Server B yaitu 0.425 atau 42.5%

Sedangkan nilai rata-rata CPU Server A adalah 0.025 atau 2.5% dan untuk Server B adalah 0.035 atau 3.5%

Mengingat kedua server akan digunakan bersama-sama membentuk server cloud, maka jumlah CPU total adalah 4+2 = 6 buah CPU. Sehingga rata-rata total pemakaian CPU (gabungan kedua server adalah):

(4/6×2.5%) + 2/6×3.5%) = 2.83%

Sedangkan nilai total maksimum pemakaian CPU (gabungan kedua server adalah):

(4/6×25.75%) + (2/6×42.5%)= 31.33%

Dengan mengetahui nilai gabungan ini maka kita dapat memperkirakan jumlah VM (low end dan high end) yang masih dapat ditangani oleh masing-masing server cloud.

Sebagai contoh, jumlah VM yang dapat ditangani oleh Server A adalah sebagai berikut :

Low end

Jumlah CPU x 100% / 31.33% = 4 x 100% / 31.33%

= 12.77

Atau sekitar 12 buah VM

High end

Jumlah CPU x 100% / 2.83% = 4 x 100% / 2.83%

= 141.34

Atay sekitar 141 buah VM

Dengan cara yang sama maka kita dapat menentukan jumlah VM yang dapat dijalankan oleh Server B