Jika kita sudah menentukan framework yang akan digunakan, selanjutnya melakukan perhitungan resource yang harus disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan di masa yang akan datang.

Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

    • Kebutuhan bandwidth

    • Kebutuhan memori

    • Kebutuhan CPU

    • Kebutuhan Storage

    • Kebutuhan daya listrik

Tentu saja kita tidak akan pernah dapat memperhitungkan secara akurat. Apalagi memastikan apa yang akan terjadi dimasa mendatang . Meskipun begitu tidak ada salahnya memperikirakan kebutuhan di awal. Sehingga ada gambaran bagaimana meyiapkan hardware dan kebutuhan lain sebelum membangun server cloud.

Memang tidaklah mudah untuk menentukan kebutuhan secara pasti. Berikut ini beberapa tips yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

  1. Bandwidth

    Bandwidth lazimnya dinyatakan dalam satuan bps (bit per second). Bandwidth menyatakan total atau jumlah bit yang dapat diangkut persatuan waktu. Bandwidth akan sangat menentukan seberapa cepat servis yang akan diperoleh oleh client. Secara umum, semakin besar bandwidth yang disediakan oleh server maka akan semakin cepat pula respon balik yang diterima oleh client.

Jika server cloud hanya digunakan untuk melayani area terbataas, seperti LAN pada sebuah kantor, maka kita bisa menyediakan bandwidth sebesar yang bisa dibutuhkan oleh perangkat network yang digunakan. Jadi, kita bisa memilih NIC, kabel, switch dan perangkat network paling bagus untuk mendukung kebutuhan bandwidth besar.

Lain halnya jika servis yang akan diberikan harus melalui jaringan Internet. Untuk kasus semacam ini maka kita harus berurusan dengan pihak penyedia layanan Internet. Artinya ada biaya yang harus dikeluarkan. Semakin besar bandwidth yang dibutuhkan maka akan semakin tinggi juga biaya yang harud dikeluarkan.

Secara umum ada dua kategori kebutuhan bandwidth yang harus diperhitungkan, yaitu :

  • Kebutuhan bandwidth untuk server, yaitu yang berkaitan dengan proses manajemen server, seperti perpindahan VM, backup VM, membuat / menghapus VM, dan sebagainya.

Memprediksi jumlah bandwidth yang dibutuhkan oleh server cukup sulit dilakukan tanpa bantuan utilitas yang sesuai. Sebagai contoh, pengguna Vmware dapat mengamati kebutuhan badwidth ini melalui aplikasi ViClient. Kita bisa mengamat statistik dan melakukan kalkulasi sederhana.

Sebagai contoh, jika rata-rata kebutuhan bandwidth 90Mbps, sedangkan perangkat network harus berkecepatan 100Mbps maka artinya sudah waktunya kita mengganti perangkat network menjadi 1000Mbps atau lebih tinggi.

Jika kita menggunakan solusi open source, pemakaian bandwidth dapat diketahui melalui aplikasi bandwidth monitoring yang tersedia dan dapat diinstal pada komputer frontend.

  • Kebutuhan bandwidth bagi client, yaitu yang berkaitan dengan servis yang diterima oleh client.

    Server cloud pada akhirnya akan digunakan untuk menjalankan suatu aplikasi yang dapat diakses oleh client. Semakin banyak client yang mengakses server maka akan semakin tinggi kebutuhan bandwidth-nya. Sebagai contoh, jika masing-masing client mendapatkan 100 client pada saat bersama diperlukan bandwidth 100×128 kbps atau sekitar 128000kbps.

    Jumlah ini akan terus bertambah dengan semakin banyaknya jumlah pelanggan yang mengakses yang mengakses server cloud. Semakin perlu diperhitungkan berapa persen perkiraan pertambahan bandwidth dan berapa banyak bandwidth yang harus disediakan.