Domain Name System (DNS) digunakan untuk translasi dari IP address ke nama host yang lebih mudah diingat sehingga klien dapat terhubung ke web server atau ke mail server menggunakan nama domain bukan IP address, saat berselancar dari satu website ke website lainnya atau mengirim e-mail, tentu saja domain name system telah berperan didalamnya.

Berikut langkah-langkah membangun server DNS sederhana.
Terdapat beberapa file konfigurasi DNS seperti dibawah ini :

Saya menggunakan Sistem Operasi Linux Slackware sebagai sever DNS dengan menggunakan IP Address 192.168.50.1

Penjelasan pertama membuka file /etc/named.conf
# cat /etc/named.conf

Pada block pertama diatas merupakan global seting dari bind directory /var/named, adalah direktori kerja dari bind, di direktory tersebut di tempatkan file-file konfgurasi domain yang biasa di sebut zone.

Penjelasan ke Dua :
Berikut isi dari Block ke Dua :

Blok ini merupakan blok root zone atau kasarnya alamat dari domain internasional. Kita membutuhkan blok root zone ini.

Penjelasan ke Tiga

Blok ketiga ini adalah forward localhost, Dalam artian jika DNS server mendapatkan perintah untuk mengetahui alamat IP address dari localhost maka bagian blok ini yang mengurusnya.

Penjelasan ke Empat

Blok ini merupakan kebalikan dari blok localhost atau biasa disebut reverse, karena kebalikan reverse kerjanya juga terbalik yaitu mencari nama dari ip yang di querykan ke DNS server.

Penjelasan ke Lima
Kita akan membuat domain molaviarman.net dengan IP address 192.168.50.1 sebagai DNS Server.
Pindah ke direktori /var/named/caching-example

Lalu kita kopikan saja konfigurasi awal dengan mengetikkan perintah :

Buka file konfigurasi “named.conf” dengan teks editor anda ganti dengan kofigurasi sebagai berikut :

Kita sesuaikan dengan nama domain yang akan dibuat. Jika kita membuat domain molaviarman.net maka baris zone itu juga berisi molaviarman.net, selanjutnya adalah jenis dari domain tersebut apakah merupakan domain master atau slave, untuk lebih detil tentang master dan slave dari domain silahkan baca dokumentasi tentang DNS.

Baris berikut adalah file dari domain. File bisa kita namakan sesuai dengan nama domain kita supaya mudah mengingatnya.

Blok terakhir yang kita buat adalah reverse dari domain molaviarman.net. Dalam hal ini kita definisikan adalah 192.168.50.x, yang perlu diperhatikan pada pendefinisian reverse, penulisan alamat IP Address itu ditulis terbalik (reverse) jadi jika kita menggunakan IP address 192.168.50.x maka yang dituliskan di zone reverse adalah 50.168.192.in-addr.arpa, demikian juga halnya jika menggunakan IP address yang lain.

Baris selanjutnya sama dengan forward dari molaviarman.net yaitu tipe domain dan file zone, dalam hal ini kita menset 192.168.50.zone untuk file dari reverse.

Penjelasan ke Enam
lalu pada file “molaviarman.zone” ganti kata localhost dengan kata molaviarman.net seperti di bawah ini;

lalu dilanjutkan dengan mengedit file

Kemudian kita melakukan generate rndc-confgen

Lakukan copy dari # Start of rndc.conf sampai # End of rndc.conf dan pastekan kedalam file /var/named.cof pada bagian bawah, seperti ini

Dilanjutkan dengan kopi baris mulai dari # Use with the following in named.conf, adjusting the allow list as needed: sampai dengan }; dan pastekan kedalam file /etc/rndc.key.

Jika ada key sebelumnya silahkan dihapus dan hapuslah tanda pagar, sehingga seperti ini :

Jika sudah selesai jalankan service DNS, akan tetapi sebelumnya berikan akses izin pada perintah service DNS :

Kemudian dilanjutkan dengan cek forward zone dan reverse zone

Lakukan pembuktian DNS berjalan :
Pembuktian forward zone

Pembuktian reverse zone

Jika terjadi error, silahkan analisis file /var/log/syslog