Kemunculan Cloud Computing dilatarbelakangi oleh kebutuhan dunia industri dan komputerisasi dan komputerisasi akan pemanfaatan bersama sumber daya komputasi yang tersebar namun dapat digunakan sesuai keperluan (on deman). Teknologi sebelumnya seperti Grid Computing belum dapat melakukan hal ini dengan baik. Hal lainnya yang mendukung munculnya teknologi Cloud compuitng adalah teknologi Web 2.0 , teknologi Web Service serta kemampuan komputasi otomatis yang dilakukan oleh komputer (automatic computation) terkait dengan manajemen sumber daya yang dimilikinya. Tentu saja, perkembangan perangkat keras termasuk juga perangkat dijaringan komputer dan perangkat keras komputer, perangkat lunak termasuk juga sistem operasi, aplikasi, metode pengembangan perangkat lunak , library, serta perkembangan internet dengan kemunculan 4G dan 5G yang menandai kemajuan kecepatan internet di dunia, turut mendukung lahirnya cloud computing sebagai sebuah teknologi dan layanan komputasi dan sumber daya komputasi.

Mengingat bahwa kebutuhan akan layanan yang lebih baik dari Grid Computing dan kebutuhan untuk pemakain aplikasi hingga keperluan untuk pengembangan aplikasi dan infrastruktur aplikasi dan jaringan komputer itu sendiri, maka terbentuklah tiga jenis layanan utama pada Cloud Computing. Ketika jenis layanan itu mencakup keberagaman jenis Cloud Compuitng berdasarkan kondisi jaringan, cakupan pengguna, dan spesifik kebutuhan dari pengguna bersangkutan. Sehingga muncullah Private Cloud, Public Cloud, Community Cloud dan Hybrid Cloud.