Tiap institusi (dalam hal ini Perguruan Tinggi) telah menetapkan kriteria penelitian, disesuaikan dengan jenjang penelitiannya. Namun demikian ada kriteria umum yang hampir bersifat universal, yaitu penelitiannya hendaknya:

  1. Mempunyai kontribusi profesional: Hasil penelitian nantinya memberikan kontribusi atau andil yang jelas dalam bidang profesi atau bidang ilmunya.
  2. Mempunyai derajad keunikan dan keaslian: Beberapa institusi menganggap penting factor keaslian permasalahan penelitian ini. Tetapi kadang-kadang diperlukan pengulangan penelitian untuk memperluas atau memperdalam dari penelitian yang telah ada, sehingga tingkat validitas penelitian tersebut menjadi lebih tinggi. Jika ini yang dilakukan maka penelitian yang diusulkan masih dianggap asli.
  3. Layak untuk dilaksanakan. Penelitian selalu memerlukan waktu dan biaya, dan kadang-kadang diperlukan sarana atau peralatan tertentu. Penelitian eksperimental maupun deskriptif membutuhkan jenis subyek penelitian untuk memperoleh data. Dokumen-dokumen yang valid atau peninggalan peninggalan sejarah harus tersedia untuk sebuah penelitian historis. Jika dari apa yang dibutuhkan tersebut diatas tidak cukup tersedia atau tidak tersedia, maka penelitian menjadi tidak layak untuk dilaksanakan.

Beberapa kualifikasi umum harus dipenuhi untuk seorang peneliti. Peneliti harus mempunyai motivasi dan keuletan, tertarik pada permasalahan yang akan diteliti, mempunyai naluri intelektual ingin tahu, mampu memilah dan mengevaluasi penelitian yang berkaitan dengan penelitiannya, dapat menalar secara logis, menuliskan ide dengan tajam, mempunyai sifat teliti, sabar dan tabah. Sebuah permasalahan penelitian tertentu cocok untuk seseorang, tetapi belum tentu cocok untuk orang lain, karena kemampuan dan ketrampilannya yang berbeda. Atau bisa dikatakan seorang seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian harus mempunyai syarat selain yang dituliskan diatas sebagai berikut:

  1. Kompeten: secara teknik menguasai & dan mampu menyelenggarakan penelitian ilmiah
  2. Obyektif: tidak mencampur adukkan pendapat pribadi sendiri dengan kenyataan yang sedang diteliti.
  3. Jujur: mempunyai pengertian peneliti tidak akan menyelundupkan keinginan-keinginan diri sendiri ke dalam fakta, dalam hal ini diharapkan setiap peneliti berusaha mengendalikan diri sendiri dengan baik dalam pelaksanakan penelitian.
  4. Faktual: seorang peneliti dalam melaksanakan penelitian tidak akan bekerja tanpa fakta-fakta.
  5. Terbuka: seorang peneliti bersedia memberikan bukti-bukti atau memberi kesempatan kepada orang lain untuk menguji kebenaran dari proses penelitiannya.

Kompeten: secara teknik menguasai & dan mampu menyelenggarakan penelitian ilmiah

Sumber : Metodologi Penelitian Teknologi Informasi – Rudy Setiawan