b. Konfigurasi switch

Untuk saat ini kit ahanya perlu mengubah hostname masing-masing switch. Pastikan kita sudah memasuki switch via port Console. Kemudian dari HyperTerminal ketikkan perintah berikut ini.

Subnet 1

Subnet2

Untuk dicoba

Dari masing-masing switch cobalah melakukan ping ke setiap komputer. Apakah berhasi ?

c. Konfigurasi router

Berikutnya melakukan konfigurasi router. Agar lebih mudah memahaminya.

Subnet1

Menentukan hostname

Menentukan IP address ethernet

Menentukan IP address serial

Kita menggunakan port serial sebagai DCE, sehingga perlu ditentukan clock rate. Bisa memilih clock rate yang lebih tinggi atau lebih rendah, misal 9600, 19200, 38400, dan sebaginya.

Subnet2

Menentukan hostname

Menentukan IP address ethernet

Menentukan IP address serial

Untuk dicoba

Sampai dengan tahap ini , lakukan ping :

  • dari Rjupiter ke jupiter dan sebaliknya
  • dari Rleo ke leo dan sebaliknya
  • dari jupiter ke leo dan sebalinya

Jika perintah-perintah yang diketikkan benar dan kabel network sudah terpasang dengan benar juga, maka masing-masing router sudah bisa mem-ping ke IP komputer yang ada di subnetnya. Bahkan setiap komputer juga seharusnya sudah bisa menge-ping ke IP address interface serial router yang satu subnet dengannya.

Contoh ouput perintah ping dari Rjupiter ke jupiter:

Saat ini kita belum menentukan IP address gateway pada Rjupiter maupun Rleo. Juga belum ada tabel routing. Sehingga kedua subnet tersebut belum dapat saling berkomunikasi. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

Subnet1

Router pada subnet 1 juga ingin mencapai network 10.0.0.0 harus melalui IP address 172.16.1.200. Sehingga IP ini merupakan gateway bagi router.

Menentukan IP address gateway

Mengamati daftar route

Subnet2

Router pada subnet 2 jika ingin mencapai network 192.168.1.0 harus melalui IP address 172.16.1.100. Sehingga IP ini merupakan gateway bagi router.

Menentukan IP address gateway

Untuk dicoba

Lakukan ping dari jupiter ke leo. Apakah berhasil?