Setelah melihat perbedaan kedua jenis routing protocol, diharapkan kini kita sudah dapat memilih protokol yang sesuai kebutuhan. Untuk praktik membangun network skala kecil, kita banyak bertumpu pada routing statis.

Adapun tahapan proses konfigurasi routing dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Memilih protokol routing
  • Memilih interface yang akan digunakan untuk jalur keluar menuju router lain (gateway)
  • Melakukan konfigurasi IP address untuk interface
  • Melakukan tes

Perhatikan gambar topologi yang akan digunakan untuk praktik. Ada dua buah subnet, yaitu 192.168.1.0 dan 10.10.10.0. Masing-masing subnet hanya memiliki sebuah komputer, dengan IP address 192.168.1.1 (jupiter) dan 10.10.10.1 (leo). Kedua subnet menggunakan netmask standar.

Router pertama diberi nama Rjupiter, router kedua diberi nama Rleo. IP address interface FastEthernet (yang terhubung dengan switch dan komputer jupiter adalah 192.168.1.100. Sedangkan IP address interface FastEthernet (yang terhubung dengan switch) dan komputer leo adalah 10.10.10.100.

Kedua router akan dihubungkan dengan serial link connection, IP address masing-masing interface serial adalah 172.16.1.100 dan 172.16.1.200 dengan netmask standar.

Masing-masing switch juga dapat diberi nama. Switch pertama diberi nama Sjupiter. Sedangkan switch kedua diberi nama Sleo. Kita ingin agar setiap komputer dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Dalam kondisi normal hal ini tidak dapat dilakukan , kecuali jika dihubungkan oleh router.

Saat ini semua perangkat sudah tersedia dan dalam kondisi baik. Kita sudah bisa memulai membangun topologi untuk Skenario-1. Pastikan semua kabel network telah terhubung dengan benar dan semua perangkat sudah menyala.

Topologi Skenario 1
Topologi Skenario 1

a) Konfigurasi Komputer

Pekerjaan yang paling mudah untuk dilakukan pertama kali adalah memastikan setiap komputer mendapatkan IP address dan hostname yang sesuai. Lakukan konfigurasi IP address sesuai dengan sistem operasi yang kita gunakan. Gunakan tabel berikut ini untuk membantu anda melakukan konfigurasi

Subnet 1

Komponen

Nilai

IP address192.168.1.1
Netmask255.255.255.0
Gateway192.168.1.100
DNS
Hostnamejupiter

Subnet 2

KomponenNilai
IP address10.10.10.1
Netmask255.255.0.0
Gateway10.10.10.100
DNS
Hostnameleo

Kedua komputer harus meiliki IP address gateway. Dalam hal ini adalah IP address router yang terhubung dengan komputer masing-masing. IP address DNS untuk saat ini bisa diabaikan. Karena network yang kita bangun tidak memiliki server DNS.

Untuk dicoba

Setelah menentukan IP address, cobalah melakukan ping

  • ke IP address komputer sendiri
  • dari komputer jupiter ke leo dan sebaliknya. Apakah berhasil?