Dilihat dari komponen dan fungsi setiap komponen, Cloud Computing memiliki tiga komponen utama. Ketiga komponen tersesebut yaitu Node Controller (NC), Cluster Controller (CC) dan Cloud Controller (CLC). Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain. Sebagai catatan, arsitektur Cloud Computing ini lebih banyak ditemukan pada jenis layanan Cloud IAAS (ketika jenis layanan pada Cloud Computing, salah satunya IAAS.

A. Node Controller.

Node Controller merupakan komponen pada Cloud Computing yang memiliki fungsi utama untuk melakukan kontrol terhadap node (komputer) pada sistem Cloud Computing. Mengingat bahwa salah satu kunci utama dari teknologi Cloud Computing adalah virtualisasi, maka Node Controller memiliki peranan penting di dalam proses virtualisasi tersebut. Berikut adalah sejumlah fungsi yang dimiliki oleh Node Controller (NC) :

  • Menyediakan dan menjalankan layanan virtualisasi pada Cloud Computing melalui Virtual Machine.

  • Manajemen dan melakukan eksekusi pada semua sumber daya (resource) yang dimiliki oleh Cloud Computing terkait dengan proses virtualisasi yang dilakukan melalui Virtual Machine.

  • Memantau dan mengendalikan proses-proses yang terjadi di dalam sistem Cloud Computing. Empat proses utama yang ditangani di dalamnya adalah Node Controller (NC) yaitu mematikan layanan dan sistem (shutdown), perbersihan sistem (clean up), melalui sistem (start up) dan proses inspeksi (inspection).

B. Cluster Controller.

Setiap node pada sistem di Cloud Computing, akan diparalelkan (cluster) untuk pengerjaan bersama-sama satu atau beberapa buah tugas yang diberikan, terkait dengan layanan berbasis Cloud Computing. Demikian juga dengan fungsi yang dimiliki oleh Cluster Controller (CC), memiliki hubungan erat dengan fungsi yang dimiliki oleh Node Controller (NC).

  • Mengumpulkan semua data dan informasi yang diperoleh dari Node Controller (NC). Node Controller memiliki data dan informasi serta sejumlah node diclusterkan didalam sistem pada Cloud Computing. Hal ini memudahkan Cluster Controller didalam mengumpulkan data informasi tersebut serta memiliki kaitan erat dengan Node Controller. Sebuah Cluster Controller (CC) dapat memiliki satu, dua, bahkan ratusan Node Controller didalamnya.

  • Menentukan jadwal eksekusi untuk Virtual Machine kepada node-node yang dipilih. Ingat kembali bawah virtualisasi merupakan salah satu kekuatan kunci Cloud Computing serta salah satu fungsi yang dimiliki oleh Node Controller adalah melakukan eksekusi sumber daya yang menjalankan Virtual Machine.

  • Melakukan manajemen untuk konfigurasi jaringan (baik private/intranet mapun public/internet) melalui logik (logical connection) yang tersedia dan digunakan oleh satu atau beberapa buah Node Controller (NC) untuk mengirimkan pesan dan konfirmasi kepada Cluster Controller (CC) yang membawahinya. Tugas ini biasanya melibatkan Cluster Head Node.

C. Cloud Controller,

Cloud Controller merupakan komponen yang berhubungan langsung dengan pengguna layanan berbasis Cloud Computing. Para pengguna biasa mapun pengguna tertinggi (administrator). Sehingga posisi Cloud Controller (CLC) tepat berada di antara pengguna layanan Cloud Computing dan Cluster Controller (CC0 yang tertentu saja memiliki sejumlah Node Controller (NC) di belakangnya. Adapun fungsi-fungsi penting ang dimiliki oleh Cloud Controller (CLC) antara lain :

  • Memproses dan menterjemahkan perintah (Command) maupun permintaan (request) yang diberikan oleh pengguna biasa maupun administrator kepada sistem terkait dengan layanan berbasis Cloud Computing. Hasil proses dan terjemahan dari Cloud Controller ini akan memudahkan Cluster Controller (CC) dan Node Controller (NC) di dalam menjalankan fungsinya.

  • Membantu Cluster Controller (CC) dan Node Controller (NC) didalam melakukan penjadwalan Virtual Machine (VM) terkait dengan proses virtualisasi yang menjadi salah satu kehandalan sistem berbasis Cloud Computing.

  • Membantu didalam proses manajemen pengguna didalam sistem berbasis Cloud Computing. Misalkan dalam hal ini pengguna biasa dan pengguna tertinggi (administrator)

  • Mengurusi SLA (Service Level Agreement) terkait dengan layanan berbasis Cloud Computing, antara penyedia layanan (provider) dan pengguna layanan (konsumen).

4. Bagan Arsitektur Cloud Computing

Berikut bagan arsitektur untuk sistem berbasis Cloud Computing

Bagan Arsitektur Sistem Cloud Computing Secara Umum
Bagan Arsitektur Sistem Cloud Computing Secara Umum

Berdasarkan bagan diatas, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas dari uraian yang telah dijawabarkan mengenai ketiga komponen utama pada sistem Cloud Computing. Yitu sebuah layanan berbasiskan teknologi Cloud Computing akan memiliki sebuah Cloud Controller (CLC) yang menjadi pintu gerbang antara sistem pada Cloud Computing dengan para pengguna yang saling berinteraksi didalam jaringan. Kemudian didalamnya terdapat satu atau beberapa buah Cluster Controller yang mana masing-masing Cluster Controller memiliki Node Controller (NC) di dalamnya.