I Made Wiryana

Di Akhir 2010 lalu terjadi terobosan penting bagi lembaga pemerintahan dalam menerapan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan komunitas standar TIK di Indonesia telah mengadopsi ISO/IEC 26300 tentang Open Document Format (ODF) sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dokumen perkantoran.

Pengembangan TIK bukan melulu penggunaan produk teknologi atau hal -hal bersifat teknis, tetapi juga penerapan metoda atau bakuan yang tepat untuk memanfaatkan TIK secara luas, dengan penerapan SNI/ISO/IEC 26300 kini terbuka kesempatan ODF untuk diadopsi bada pemerintahan secara luas. ODF saat ini merupakan satu-satunya format penyimpanan untuk aplikasi perkantoran yang diakui sebagai standar di Indonesia.

Harapan ditetapkan suatu format penyimpanan data untuk aplikasi perkantoran melalui SNI seperti halnya penerapan SNI pada helm, yakni terjadi proses penaikan kualitas helm yang digunakan para pengendara sepeda motor. Helm yang berlabel SNI telah memenuhi kriteria yang diyakini memiliki kualitas yang memberikan kualitas yang memberikan nilai positif bagi penggunaannya. Ini terbukti, pengendara motor relatif kini menggunakan helm-helm yang lebin memadai.

Hal serupa ini yang diharapkan dengan pengadopsian ODF sebagai SNI. Terjadi peningkatan kualitas penyimpanan berkas dokumen perkantoran. Selama ini banyak sekali berkas di badan pemerintahan tak bisa dibuka setelah beberapa tahun, akibat format yang digunakan untuk menyimpan berkas perkantoran tersebut kurang tepat. Kekurangtepatan ini disebabkan berkas yang dipilih adalah jenis “de facto standard” yang sering kali sangat bergantung pada satu jenis aplikasi yang dibuat oleh satu vendor. Ketika vendor tersebut gulung tikar dan program aplikasinya tidak ada misalnya, maka format tersebut sulit dibaca.

Di era interiperabilitas ini semestinya data atau dokumen yang disimpan itu tidak hanya bisa dibuka oleh satu jenis program. SNI ODF dapat menjawab kebutuhan tersebut karena berkas ODF tidak saja dapat dibuka oleh OpenOffice.org tapi juga oleh beragam program perkantoran lainnya, termasuk MS Office. SNI ODF dapat menjawab kebutuhan pemerintahan dan masyarakat Indonesia dalam pembuatan dan penyimpanan berkas perkantoran seperti word processor, spreadsheet, presentasi, dan sebagainya.

Standar ODF memiliki beberapa kelebihan dibandingkan standar lain. Standar ini disusun oleh komunitas yang kemudian beberapa perwakilan masuk ke komite teknis penyusin standar dokumen. Walau setelah disahkan sebagai standar ISO, tetapi dokumen teknis standar ODF tetap tersedia secara bebas. Hal ini memudahkan semua pihak untuk mempelajari implementasi ODF. Faktor lain adalah kesederhanaan format ODF akibat penggunaan standar lainnya yang telah diakui publik misal W3C.

Proses pengadopsian ini melalui mekanisme yang disebut “reprint and republish”. Standar ODF yang telah diterima oleh ISO dan IEC secara substansi diterima oleh BSN, melalui proses panjang dimulai dengan membuat konsesus, sosialisasi di beberapa puhak yang terlibat dalam proses standarisasi, dan akhirnya e-balloting sebagai penentuan final.

Sumber : InfoLinux 02/2011