Grid Computing adalah pemanfaatan sumber daya sejumlah komputer yang terdistribusi di berbagai lokasi untuk memecahkan masalah komputasi yang kompleks. Teknologi ini muncul karena mesin komputasi yang ada sebelumnya tidak sanggup memecahkan masalah tersebut, atau karena beban biaya terlalu tinggi untuk mengoperasikannya.

Banyak masalah kompleks di dunia ini yang membutuhkan simulasi komputer, seperti riset mengenai berbagai jenis penyakit, farmasi, reaksi kimia, reaksi fisika, bencana alam, serta riset dan simulasi lalu-linstas. Jika dibuatkan aplikasi dalam satu komputer standar, maka hal itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan ratusan hingga ribuan tahun. Karena itulah dibutuhkan mesin pengolah data berkapasitas besar seperti supercomputer.

Simulasi Grid Computing

Masalahnya, perangkat supercomputer sendiri sangat langka, mahal dan terbatas. Hanya beberapa negara saja yang memilikinya. Meski dimiliki, namun tetap saja penggunaan mesin ini juga dibatasi karena begitu banyak data yang harus diolah.

Karena itulah Grid Computing dikembangkan , untuk mengatasi masalah tersebut dengan membagi beban data ke seluruh PC di seluruh dunia melalui sebuah server dan software khusus. Dalam PC yang terhubung terpasang sebuah agent yang akan memerintahkan resource komputer tersebut untuk melakukan komputasi.

Hasil komputasi akan dikirim secara berkala kepada server penerima. Di sana, data-data olahan dikumpulkan menjadi satu, sehingga simulasi dapat dijalankan dalam waktu yang elbih singkat.

Biasanya, sebuah PC yang menjalani grid computing tidak akan merasakan beban kinerja yang signifikan karena pengolah tesebut hanya memanfaatkan resource komputasi yang “idle” atau menganggur dalam komputer yang dimanfaatkannya.

Berikut adalah beberapa syarat sebuah operasi grid computing :

  1. Sistem berkoordinasi dengan sumber daya komputasi lain yang tidak dikendalikan oleh sebuh mesin komputasi lain. Jika sebuah PC yang digunakan berada dalam satu cakupan domain maka komputasi tersebut akan dimasukkan dalam proyek grid computing.
  2. Sistem menggunakan satanda dan protokol yang terbuka. Artinya tidak terkoneksi pada suatu produk tertentu.
  3. Komputasi grid disusun berdasarkan kepatuhan terhadap hal-hal mendasar, yang membutuhkan komputasi bersama dalam skala bersar. Standarisasi tersebut meliputi otentikasi, pencarian sumber daya, serta akses terhadap sumber daya komputasi.
  4. Sistem grid computing berusaha mencapai layanan yang berkualitas tinggi yang kemampunnya diatas kualitas layanan PC secara individual.

Saat ini ada satusan hingga ribuat situs web yang menjalankan proyek grid computing, seperti Max Planck Institute (Astrofisika), Collatz Conjecture (Matematika), Compute for Humanity (mata uang kripto, organisasi amal), [email protected] (pengobatan dan Biologi), dan [email protected] (kriptografi).