File System

Pengguna komputer pada umumnya sudah terbiasa menggunakan beberapa jenis media penyimpanan data. Mulai dari hard disk ,CD/DVD, flashdisk, HD eksternal, dan sebagainya. Jika kita pernah menggunakan DOS, Windows XP, Windows Server , Linux dan sistem operasi lain maka kita mungkin pernah mendengar beberapa files system (FS) yang populer, seperti VFAT, FAT16, FAT32, NTFS, EXT3, EXT4 dan lain-lain. Masing-masing OS menggunakan format file system yang berbeda-beda. Pada server cloud, file yang digunakan oleh sebuah VM umumnya berikuran sangat besar. Rata-rata sebuah file berukuran ditas 1GB. Sebagian file akan dijadikan sebagai hard disk virtual. Sebagian lagi digunakan untuk memory virtual, snapshot, dan lain-lain. Snapshot merupakan delta atau perubahan pada VM.

File System Cloud
File System Cloud

Kondisi semacam ini menyebabkan tidak semua media penyimpanan cocok untuk digunakan oleh server cloud computing. Begitu juga dengan jenis FS-nya. Tidak semua FS dirancang secara efisien untuk menyimpan file berukuran besar dan jumlahnya sangat banyak.

Sebagai contoh, bisakah Anda membayangkan bagaimana menyimpan file VM Windows Vista disebuah flashdisk berukuran GB? Apakah Anda bisa membayangkan kecepatan aksesnya?

Kondisi ini menyebabkan para ahli berpikir untuk menemukan jenis media dan file system yang paling sesuai. Sebagi contoh , Vmware ESX/ESXi menggunakan FS bernama VMFS (Virtual Machine File System). VMFS dirancang sebagai tempat penyimpanan file VM dan snapshot.

Beberapa server ESX/ESXi dapat melakukan proses baca/tulis file system yang sama, secara simultan. Ukuran VMFS dapat ditambah dengan menambahkan disk tanpa perlu melakukan format ulang / partisi ulang. VMFS juga mendukung cluster dan live migration.

Secara umum, VM dapat disimpan di file system Linux (yaitu ext3 atau ext4). Hanya saja fitur-fitur unggulan yang disebabkan oleh VMFS tidak tersedia pada FS tersebut. Jika kita hanya memerlukan media penyimpanan dan tidak memerlukan fitur-fitur yang “canggih” maka kondisi ini tidaklah menjadi masalah.

Server cloud memerlikan hardware dan software yang memadai. Sekurang-kurangnya diperlukan dua buah komputer , perangkat network standar dan storage berukuran besar untuk menyimpan file-file VM.