Belajar Linux https://www.molaviarman.net Never Stop Learning Fri, 15 Dec 2017 10:47:09 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.1 https://i1.wp.com/www.molaviarman.net/wp-content/uploads/2017/11/cropped-slackclean_1024x768-1.jpg?fit=32%2C32&ssl=1 Belajar Linux https://www.molaviarman.net 32 32 73703329 Sembilan Langkah Menuju Kota Pintar https://www.molaviarman.net/sembilan-langkah-menuju-kota-pintar/ https://www.molaviarman.net/sembilan-langkah-menuju-kota-pintar/#respond Fri, 15 Dec 2017 10:47:09 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=469 ]]> Sebagai sebuah ide, smart city atau kota pintar mungkin terdengar rumit. Apalagi pemahaman dan persepsi pemerintah kota tentang kota pintar ini bisa berbeda antara satu kota dengan kota yang lain. Nah cobalah sembilan langkah berikut untuk memudahkan inisiasi proyek kota pintar.

Setiap kota memiliki masalah dan kebutuhan sendiri-sendiri. Setiap kota memiliki kekuatan sumber daya yangberbeda-beda. Setiap kota memiliki karakteristik masyarakat yang tidak sama. Tidak mengherankan jika terkadang ada pemerintah kota yang tidak tahu harus memulai proyek smart city-nya dari mana.

“Semua satu definisi sama lain [tentang sebenarnya smart memiliki city] yang elemen inti—yakni cara pemerintah kota memanfaatkan teknologi dan data yang mereka kumpulkan untuk mengatasi berbagai tantangan yang pelik, misalnya meningkatkan efisiensi dalam hal budgeting, mengindentifikasi fraud dalam program layanan sosial, atau melakukan penjadwalan terhadap kegiatan kota secara lebih logis dan lebih efisien,” kata Brian Cotton (Vice President, Frost & Sullivan Information and Communication Technologies Growth Consulting) seperti dikutip dari situs Govtech. Com.

Teknologi dan data akan memampukan pemerintah kota membuat keputusan secara lebih baik. Hasil analisis aneka jenis data tersebut juga akan memberikan insight atau wawasan baru yang dapat membantu memecahkan berbagai masalah yang dihadapi sebuah kota, misalnya wawasan tentang pencegahan kriminalitas, penanggulangan keadaan darurat, dan bidang-bidang lainnya. Setiap kota besar atau kecil—dapat bertransformasi menjadi kota pintar. Prosesnya kurang lebih sama. Ada sembilan langkah yang sebaiknya dipertimbangkan pemerintah kota ketika ingin mengubah kotanya menjadi lebih pintar. .

1. Pelajari konsep smart city

Smart city bukan sekadar tempat atau wadah mendemonstrasikan teknologi terbaru. Membangun kota pintar berarti mencapai sesuatu. Oleh karena itu, pemerintah kota dan semua pihak yang terlibat dalam proyek ini sebaiknya mempelajari dengan baik konsep smart city dan memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

2. Cari tahu masalah yang perlu diatasi

Ingin memecahkan masalah kemacetan lalu lintas, mobilitas warga, keamanan, atau pengelolaan sampah? Jika ya, sebaiknya pemerintah memahami terlebih dahulu kebutuhan dan prioritas warga maupun pebisnis. Pastikan bahwa warga maupun pebisnis menginginkan perubahan tersebut. Jangan sampai fasilitas atau kemampuan yang dibangun tidak dimanfaatkan sama sekali oleh warga. Atau fasilitas tersebut memenuhi kebutuhan yang sangat spesifi k, sehingga tidak banyak warga yang bisa menikmatinya.

3. Tentukan pemimpin dan kembangkanvisi yang dapat melibatkan semua orang.

Membangun smart city adalah sebuah visi jangka panjang, sebuah visi yang akan mengubah masa depan kota, warga, dan para stakeholder-nya. Oleh karena itu, proyek smart city membutuhkan kepemimpinan yang dinamis, mulai dari walikota hingga kepala-kepala dinas di jajaran pemerintah kota. Mereka harus memahami dan sepenuhnya mendukung visi smart city. Buatlah perencanaan dan komunikasikan visi tentang kota pintar ini, dan ikut sertakan para stakeholder.

4. Berbagi data

Open data adalah hal yang sangat penting, terutama untuk membangun sebuah ekosistem dalam proyek smart city. Pemerintah kota harus terkoneksi dengan pebisnis, institusi pendidikan, rumah sakit dan institusi kesehatan, dan lain-lain. Lalu, berbagi data. Transparansi data dan pemanfaatannya secara inovatif dapat menjadi satu langkah besar untuk mewujudkan mimpi smart city.

5. Edukasi warga

Membangun smart city tentu tidak akan relevan jika penduduknya tidak memahami cara memanfaatkan

teknologi. Warga perlu memahami manfaat dari teknologi yang digunakan, dan jika memungkinkan, libatkan warga dalam prosesnya. Ketika pemerintah memasang sensor untuk mengukur tingkat polusi udara, warga harus mengetahui bahwa mereka bisa secara langsung membaca seberapa baik atau buruk kualitas udara di lingkungan mereka. Dengan demikian, warga akan lebih bersemangat membantu pemerintah mewujudkan lingkungan yang lebih bersih.

6. Buat sebuah business case

Kota bukan sekadar tempat hidup, tetapi kota dapat menjadi ladang bisnis. Berbagi data dan menambahkan nilai pada data tersebut adalah cara menuai manfaat dari visi smart city. Proyek smart city juga bisa menarik minat perusahaan atau vendor teknologi dan institusi akademis. Dan ketika smart city sudah terwujud, aneka fasilitas, proses yang efisien, dan data terbuka dapat makin menggeliatkan bisnis di kota tersebut.

7. Pertimbangkan cloud computing

Sebuah kota mungkin tidak dapat melakukan implementasi, menjalankan aktivitas operasional, dan pemeliharaan yang dibutuhkan untuk mendukung kemampuan analytics. Padahal kemampuan data analytics sangat dibutuhkan untuk memberi insight baru bagi pengelola kota atau untuk menambah nilai data yang “Build, Operate, Transfer”: Model ini mengharuskan pemerintah kota menunjuk pihak lain untuk membangun infrastruktur smart city. Kemudian dalam jangka waktu tertentu, pemerintah akan mengambil-alih saat sistem sudah berjalan. “Open Business Model”: Pemerintah kota akan memberikan kesempatan pada pihak lain untuk membangun infrastruktur kota pintar dan menyelenggarakan layanan, tetapi hal ini diatur melalui pedoman dan regulasi yang spesifik. “Public-Private Partnership”: Dalam model ini, pemerintah kota menjalin kerjasama dengan mitra dari sektor swasta.

9. Tentukan proyek awal

Sebaiknya pemerintah menerapkan metode start small and scale up agar nantinya tidak kewalahan menangani proyek.

(Naskah: Liana Threestayanti, InfoKomputer, November 2016)

]]>
https://www.molaviarman.net/sembilan-langkah-menuju-kota-pintar/feed/ 0 469
Memahami Shared Libraries di Linux https://www.molaviarman.net/memahami-shared-libraries-di-linux/ https://www.molaviarman.net/memahami-shared-libraries-di-linux/#respond Wed, 13 Dec 2017 05:34:35 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=463 ]]> Dalam pemrograman, library/perpustakaan adalah bermacam-macam potongan kode pra-kompilasi yang dapat digunakan kembali dalam sebuah program. Library/Perpustakaan menyederhanakan hidup bagi pemrogram, karena menyediakan fungsi, rutinitas, kelas, struktur data dan sebagainya yang dapat digunakan kembali (ditulis oleh programmer lain), yang dapat mereka gunakan dalam program mereka.

Misalnya, jika Anda membangun aplikasi yang perlu melakukan operasi matematika, Anda tidak perlu membuat fungsi matematika baru untuk itu, Anda bisa menggunakan fungsi yang ada di perpustakaan untuk bahasa pemrograman itu.

Contoh perpustakaan di Linux meliputi libc (library standar C) atau glibc (versi GNU dari library C standar), libcurl (multiprotocol file transfer library), libcrypt (library yang digunakan untuk enkripsi, hashing, dan encoding di C) dan banyak lagi .

Linux mendukung dua kelas perpustakaan, yaitu:

  • Perpustakaan statis – terikat pada program secara statis pada waktu kompilasi.
  • Perpustakaan dinamis atau shared – dimuat saat sebuah program diluncurkan dan dimuat ke memori dan pengikatan terjadi pada saat run time.

Perpustakaan dinamis atau shared dapat dikategorikan menjadi:

  • Perpustakaan yang terhubung secara dinamis – di sini sebuah program terhubung dengan perpustakaan bersama dan kernel memuat perpustakaan (jika tidak ada dalam memori) pada saat eksekusi.
  • Perpustakaan yang dimuat secara dinamis – program mengambil kendali penuh dengan memanggil fungsi dengan perpustakaan.

Shared Library Naming Conventions (Konvensi Penamaan Perpustakaan Bersama)

Pustaka bersama dinamai dengan dua cara: nama perpustakaan (soname) dan “namafile” (path absolut ke file yang menyimpan kode perpustakaan).

Sebagai contoh, soname untuk libc adalah libc.so.6: Dimana lib adalah awalannya, c adalah nama deskriptif, jadi berarti shared object, dan 6 adalah versinya. Dan nama filenya adalah: /lib64/libc.so.6. Perhatikan bahwa soname sebenarnya adalah symbolic link ke nama file.

Locating Shared Libraries in Linux (Menemukan Shared Libraries di Linux)

Pustaka bersama dimuat oleh program ld.so (atau ld.so.x) dan ld-linux.so (atau ld-linux.so.x), di mana x adalah versinya. Di Linux, /lib/ld-linux.so.x mencari dan memuat semua shared library yang digunakan oleh sebuah program.

Sebuah program dapat memanggil perpustakaan dengan menggunakan nama perpustakaan atau nama filenya, dan sebuah perpustakaan menyimpan direktori dimana perpustakaan dapat ditemukan di filesystem. Secara default, perpustakaan terletak di /usr/local/lib, /usr/local/lib64, /usr/lib dan /usr/lib64; perpustakaan startup sistem ada di /lib dan /lib64. Pemrogram dapat, bagaimanapun, menginstal perpustakaan di lokasi kustom.

Jalur perpustakaan dapat didefinisikan di file /etc/ld.so.conf yang dapat Anda edit dengan editor baris perintah.

# vi /etc/ld.so.conf
/lib64
/usr/lib64
/usr/local/lib64
/usr/x86_64-slackware-linux/lib64
/usr/lib64/seamonke

Managing Shared Libraries in Linux (Mengelola Shared Libraries di Linux)

ekarang mari kita lihat bagaimana menangani shared library. Untuk mendapatkan daftar semua ketergantungan perpustakaan bersama untuk file biner, Anda dapat menggunakan utilitas ldd. Output dari ldd adalah dalam bentuk:

library name => filename (some hexadecimal value)
OR
filename (some hexadecimal value) #this is shown when library name can’t be read

Perintah ini menunjukkan semua ketergantungan shared library untuk sebuah aplikasi audacious.

# ldd /usr/bin/audacious
	linux-vdso.so.1 (0x00007fffb7207000)
	libaudcore.so.3 => /usr/lib64/libaudcore.so.3 (0x00007f9488d15000)
	libpthread.so.0 => /lib64/libpthread.so.0 (0x00007f9488af5000)
	libgio-2.0.so.0 => /usr/lib64/libgio-2.0.so.0 (0x00007f9488775000)
	libgobject-2.0.so.0 => /usr/lib64/libgobject-2.0.so.0 (0x00007f948851d000)
	libglib-2.0.so.0 => /usr/lib64/libglib-2.0.so.0 (0x00007f94881e5000)
	libstdc++.so.6 => /usr/lib64/libstdc++.so.6 (0x00007f9487e65000)
	libm.so.6 => /lib64/libm.so.6 (0x00007f9487b55000)
	libgcc_s.so.1 => /usr/lib64/libgcc_s.so.1 (0x00007f948793d000)
	libc.so.6 => /lib64/libc.so.6 (0x00007f948756d000)
	libgmodule-2.0.so.0 => /usr/lib64/libgmodule-2.0.so.0 (0x00007f9487365000)
	/lib64/ld-linux-x86-64.so.2 (0x00007f9488f65000)
	libz.so.1 => /lib64/libz.so.1 (0x00007f948714d000)
	libresolv.so.2 => /lib64/libresolv.so.2 (0x00007f9486f2d000)
	libffi.so.6 => /usr/lib64/../lib64/libffi.so.6 (0x00007f9486d25000)
	libdl.so.2 => /lib64/libdl.so.2 (0x00007f9486b1d000)

Karena shared library bisa ada di berbagai direktori, mencari melalui semua direktori ini saat sebuah program diluncurkan akan sangat tidak efisien: yang merupakan salah satu kelemahan perpustakaan dinamis. Oleh karena itu mekanisme caching yang digunakan, dilakukan oleh program ldconfig.

Secara default, ldconfig membaca isi /etc/ld.so.conf, membuat link simbolik yang sesuai di direktori link dinamis, dan kemudian menulis cache ke /etc/ld.so.cache yang kemudian mudah digunakan oleh program lain. .

Hal ini sangat penting terutama bila Anda baru saja menginstal shared library baru atau membuat direktori perpustakaan baru Anda sendiri atau dibuat. Anda perlu menjalankan perintah ldconfig untuk melakukan perubahan.

]]>
https://www.molaviarman.net/memahami-shared-libraries-di-linux/feed/ 0 463
Instalalasi OpenShot Di Linux Slackware https://www.molaviarman.net/instalalasi-openshot-di-linux-slackware/ https://www.molaviarman.net/instalalasi-openshot-di-linux-slackware/#respond Tue, 12 Dec 2017 03:10:55 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=460 ]]> OpenShot adalah sebuah aplikasi Open Source untuk editing video. Berikut langkah untuk instalasi aplikasi OpenShot :

1. Instalasi aplikasi slpkg dan aktifkan mirror SBO

2. Kemudian update SBOnya dengan perintah seperti berikut ini

# slpkg update

3. Selanjutnya instalasi dengan perintah :

# slpkg -s sbo openshot

Installing:
  openshot                2.4.1              x86_64         SBo
Installing for dependencies:
  python-certifi-2017.11.5 2017.11.5          x86_64         SBo
  python-chardet-3.0.4    3.0.4              x86_64         SBo
  idna-2.5                2.5                x86_64         SBo
  python-urllib3-1.21.1   1.21.1             x86_64         SBo
  libwacom-0.27           0.27               x86_64         SBo
  libxkbcommon-0.7.1      0.7.1              x86_64         SBo
  libinput-1.8.3          1.8.3              x86_64         SBo
  qt5-5.7.1               5.7.1              x86_64         SBo
  python3-3.6.3           3.6.3              x86_64         SBo
  ffmpeg-3.2.4            3.2.4              x86_64         SBo
  zeromq-4.1.5            4.1.5              x86_64         SBo
  unittest-cpp-2.0.0      2.0.0              x86_64         SBo
  libopenshot-audio-0.1.5 0.1.5              x86_64         SBo
  python3-Cython-0.23.4   0.23.4             x86_64         SBo
  python3-sip-4.18        4.18               x86_64         SBo
  qt5-webkit-5.7.1        5.7.1              x86_64         SBo
  python3-PyQt5-5.6       5.6                x86_64         SBo
  python3-pyzmq-16.0.3    16.0.3             x86_64         SBo
  libopenshot-0.1.9       0.1.9              x86_64         SBo
  httplib2-0.9.2          0.9.2              x86_64         SBo
  jack-audio-connection-kit-0.124.1 0.124.1            x86_64         SBo
  python-requests-2.18.4  2.18.4             x86_64         SBo

Jika tidak terjadi error maka aplikasi bisa dijalankan dengan normal. Biasaya error karena karena tidak melibatkan python3 untuk compile kernel atau juga bisa melakukan compile dengan aplikasi sbopkg.

contoh compile melibatkan python3 dengan manual :

1. Downloadlah http://slackbuilds.org/repository/14.2/multimedia/openshot/
2. Kemudian download http://slackbuilds.org/slackbuilds/14.2/multimedia/openshot.tar.gz
3. Ekstraklah file pada langkah ke 2, kemudian masukkan file pada langkah 1 kedalam direktori ekstrak
4. Kemudian ketikkan # PYTHON3=yes ./openshot.SlackBuild

]]>
https://www.molaviarman.net/instalalasi-openshot-di-linux-slackware/feed/ 0 460
Cara Download dan Ekstrak File Tar dengan Satu Perintah https://www.molaviarman.net/cara-download-dan-ekstrak-file-tar-dengan-satu-perintah/ https://www.molaviarman.net/cara-download-dan-ekstrak-file-tar-dengan-satu-perintah/#respond Fri, 08 Dec 2017 23:56:44 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=457 ]]> Tar (Tape Archive) adalah format pengarsipan file yang populer di Linux. Ini bisa digunakan bersamaan dengan gzip (tar.gz) atau bzip2 (tar.bz2) untuk kompresi. Ini adalah utilitas baris perintah yang paling banyak digunakan untuk membuat file arsip terkompresi (paket, kode sumber, database dan banyak lagi) yang dapat ditransfer dengan mudah dari satu mesin ke mesin lain atau melalui jaringan.

Contoh sebuah file yang akan kita download :

$ wget -c https://slackbuilds.org/slackbuilds/14.2/multimedia/gnome-mplayer.tar.gz -O - | tar -xz

output

--2017-12-08 19:08:01--  https://slackbuilds.org/slackbuilds/14.2/multimedia/gnome-mplayer.tar.gz
Resolving slackbuilds.org (slackbuilds.org)... 208.94.237.149
Connecting to slackbuilds.org (slackbuilds.org)|208.94.237.149|:443... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 2360 (2.3K) [application/x-gzip]
Saving to: ‘STDOUT’

-                                    100%[===================================================================>]   2.30K  --.-KB/s    in 0s      

2017-12-08 19:08:02 (147 MB/s) - written to stdout [2360/2360]

kemudian kita liat dengan perintah :

$ ls -l gnome-mplayer/
total 20
-rw-r--r-- 1 mlv users 1109 Nov 26  2013 README
-rw-r--r-- 1 mlv users  613 Jan 10  2017 doinst.sh
-rwxr-xr-x 1 mlv users 1860 Nov 26  2013 gnome-mplayer.SlackBuild
-rw-r--r-- 1 mlv users  332 Nov 26  2013 gnome-mplayer.info
-rw-r--r-- 1 mlv users  798 Nov 26  2013 slack-desc

Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan perintah berikut, di sini, file arsip akan didownload di sistem kita sebelum kita dapat mengekstraknya.

wget -c https://slackbuilds.org/slackbuilds/14.2/multimedia/gnome-mplayer.tar.gz && tar -xzf gnome-mplayer.tar.gz 
--2017-12-08 19:12:41--  https://slackbuilds.org/slackbuilds/14.2/multimedia/gnome-mplayer.tar.gz
Resolving slackbuilds.org (slackbuilds.org)... 208.94.237.149
Connecting to slackbuilds.org (slackbuilds.org)|208.94.237.149|:443... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 2360 (2.3K) [application/x-gzip]
Saving to: ‘gnome-mplayer.tar.gz’

gnome-mplayer.tar.gz                 100%[===================================================================>]   2.30K  --.-KB/s    in 0s      

2017-12-08 19:12:42 (135 MB/s) - ‘gnome-mplayer.tar.gz’ saved [2360/2360]

Kemudian file sumber juga ikut di download dan kemudian di ekstrak

$ ls -l gnome-mplayer/
total 20
-rw-r--r-- 1 mlv users 1109 Nov 26 2013 README
-rw-r--r-- 1 mlv users 613 Jan 10 2017 doinst.sh
-rwxr-xr-x 1 mlv users 1860 Nov 26 2013 gnome-mplayer.SlackBuild
-rw-r--r-- 1 mlv users 332 Nov 26 2013 gnome-mplayer.info
-rw-r--r-- 1 mlv users 798 Nov 26 2013 slack-desc
$ ls gnome-mplayer.tar*
gnome-mplayer.tar.gz

]]>
https://www.molaviarman.net/cara-download-dan-ekstrak-file-tar-dengan-satu-perintah/feed/ 0 457
Cara Install MySQL/MariaDB Di Linux Debian https://www.molaviarman.net/cara-install-mysql-mariadb-di-linux-debian/ https://www.molaviarman.net/cara-install-mysql-mariadb-di-linux-debian/#respond Fri, 08 Dec 2017 11:25:26 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=422 ]]> Cara melakukan install MySQL / MariaDB di Linux Debian sebagai berikut :

Langkah 1

# apt-get update
# apt-get upgrade

Langkah 2

# apt-get install mysql-server

Langkah 3

# mysql_secure_installation

root@belajarcloud:~# mysql_secure_installation

NOTE: RUNNING ALL PARTS OF THIS SCRIPT IS RECOMMENDED FOR ALL MariaDB
      SERVERS IN PRODUCTION USE!  PLEASE READ EACH STEP CAREFULLY!

In order to log into MariaDB to secure it, we'll need the current
password for the root user.  If you've just installed MariaDB, and
you haven't set the root password yet, the password will be blank,
so you should just press enter here.

Enter current password for root (enter for none): 
OK, successfully used password, moving on...

Setting the root password ensures that nobody can log into the MariaDB
root user without the proper authorisation.

You already have a root password set, so you can safely answer 'n'.

Change the root password? [Y/n] y
New password: 
Re-enter new password: 
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
 ... Success!


By default, a MariaDB installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MariaDB without having to have a user account created for
them.  This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother.  You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] y
 ... Success!

Normally, root should only be allowed to connect from 'localhost'.  This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] n
 ... skipping.

By default, MariaDB comes with a database named 'test' that anyone can
access.  This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] y
 - Dropping test database...
 ... Success!
 - Removing privileges on test database...
 ... Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] y
 ... Success!

Cleaning up...

All done!  If you've completed all of the above steps, your MariaDB
installation should now be secure.

Thanks for using MariaDB!

jika mengikuti langkah diatas , ketika melakukan login ke MariaDB dengan menggunakan aku root MariaDB makan tidak ditanya password, jika login menggunakan user lain maka diminta memasukkan password.

]]>
https://www.molaviarman.net/cara-install-mysql-mariadb-di-linux-debian/feed/ 0 422
Permission Pada Berkas Akses https://www.molaviarman.net/permission-pada-berkas-akses/ https://www.molaviarman.net/permission-pada-berkas-akses/#respond Fri, 08 Dec 2017 05:58:16 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=442 ]]> Untuk melakukan pengubahan hak akses file (permission file) atau izin akses terhadap suatu file dan direktori, anda dapat menggunakan perintah chmod. Dalam pengaturan hak akses linux memiliki beberapa kriteria yang dapat dijelaskan sebagai berikut

d : adalah pengenal file yang berarti direktori. apabila pada direktori kerja anda memiliki sebuah direktori atau beberapa direktori, maka setiap direktori akan selalu  ditandai dengan   d.

: adalah pengenal file yang berarti tanda yang memberitahu anda bahwa objek tersebut adalah file biasa.

r : artinya read atau membaca . apabila sebuah file atau direktori memiliki hak akses r , maka objek tersebut boleh dibaca . jika objek tidak boleh dibaca , maka akan  diberi tanda -.

w : artinya write atau menulis. apabila sebuah file atau direktori memiliki hak akses w, maka objek tersebut boleh dibaca, jika tidak objek tersebut tidak boleh melakukan update file atau modify. jika tidak boleh ditulis makan akan diberi tanda -.

x : artinaya execute atau eksekusi . apabila sebuah file / direktory memiliki hak akses  x , maka objek tersebut dapat dieksekusi, jika tidak dapat dieksekusi maka akan diberikan tanda -.

Pada gambar dibawah ini memperjelas pengertian :

$ ls –l
Total 1

Atribut Pada File
Atribut Pada File

Struktur Penganturan Izin Akses

Struktur Pengaturan Hak Akses
Struktur Pengaturan Hak Akses

Nomor 1: nomor ini digunakan untuk memberikan pengenal pada file. dari pengertian sebelumnya , tanda d: berarti sebuah direktori, l: adalah hyperlink, dan – : adalah file biasa.

nomor 2,3,4: adalah area dimana anda dapat menetapkan suatu hak akses pada user yang bersangkutan. Urutan dalam pemberian hak akses adalah r, w , dan x

nomor 5,6,7: adalah area dimana anda dapat menetapkan suatu hak akses pada grup yang bersangkutan. urutan dalam permberian hak akses adalah r,w,x

nomor 8,9,10 adalah arean dimana anda dapat menetapkan suatu hak akses untuk other/user lain. other artinya untuk user dan grup yang bersangkutan . urutan dalam pemberian hak akses adalah r,w,x

Sintaks
chmod [option] mode filename
keterangan :
option adalah pilihan bahwa anda ingin melakukan perubahan hak akses kepada siapa. anda dapat menggunakan pilihan antara lain:

u : untuk memberikan hak akses pada user
g: untuk memberikan hak akses pada grup
o : untuk memberikan hak akses pada other

mode : adalah pilihan yang akan anda kerjakan terhadap hak akses file dan direktori yang telah ada . pilihan yng digunakan adalah
+ : berarti menambahkan hak akses pada file dan direktori
– : berarti akan menghilangkan hak akses pada file dan direktori
filename : adalah nama file yang akan diubah hak aksesnya.

Soal

  1. Menambahkan hak akses berupa w , terhadap user pada file bernama dataku.txt .perintahnya adalah chmod u+w dataku.txt.
  2. Menambahkan hak akses berupa x terhadap user pada file bernama dataku.txt. perintahnya adalah chmod u+x dataku.txt.
  3. Menambahkan hak akses berupa r terhdap pengguna grup pada file bernama dataku.txt. perintahnya adalah chmod g+r dataku.txt.
  4. Menambahkan hak ases berupa r dan x terhadap pengguna umum pada file bernama dataku.txt chmod o+rx dataku.txt.
  5. Menambahkan hak akses berupa r dan x terhadap pengguna user dan umum pada file dataku.txt. perintahnya adalah chmod uo+r dataku.txt.
  6. Menambahkan hak akses berupa r dan w serta x terhadap pengguna user,grup dan umum pada file bernama dataku.txt adalah chmod ugo+rwx dataku.txt.
  7. Menghilangkan hak akses berupa w terhadap user pada file bernama dataku.txt adalah chmod u-w dataku.txt.
  8. Menghilangkan hak akses berupa r dan x terhadap pengguna umum pada file bernama dataku.txt chmod o-rx dataku.txt.
  9. Menghilangkan hak akses berupa r,w,serta x terhadap pengguna user, grup dan umum pada file bernama dataku.txt perintah yg digunakan adalah chmod ugo-rwx dataku.txt.

chmod menggunakan heksadesimal
Sintaks  : chmod   nilai   namafile

chmod [[user] [group] [other]] namafile
contoh soal:
memberikan hak akses beruba r –> diizinkan, w –>diizinkan, dan execute —> tidak diizinkan. diterapkan pada user
memberikan hak akses berupa r –> diizinkan, w –>diizinkan, dan execute —> tidak diizinkan. diterapkan pada group
memberikan hak akses berupa r –> diizinkan, w –>tidak diizinkan, dan execute tidak diizinkan diterapkan pada other

Perintah tersebut apabila diterapkan pada file dataku.txt akan seperti dibawah ini
chmod 664 dataku.txt

Memberikan hak akses berupa read -> diizinkan, write -> diizinkan , dan execute -> diizinkan diterapkan pada user
Memberikan hak akses berupa read -> diizinkan, write -> diizinkan , dan execute -> diizinkan diterapkan pada group.
Memberikan hak akses berupa read -> tidak diizinkan, write -> tidak diizinkan, dan execute -> diizinkan diterpkan pada other.

jika diterapkan pada file dataku.txt perintahnya adalah chmod 771 dataku.txt

 

]]>
https://www.molaviarman.net/permission-pada-berkas-akses/feed/ 0 442
Contoh Soal Subnetting Kelas C 192.168.1.0/30 https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-kelas-c-192-168-1-0-30/ https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-kelas-c-192-168-1-0-30/#respond Thu, 07 Dec 2017 11:39:30 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=436 ]]> Diketahui sebuah network 192.168.1.0/30. Hitunglah jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet dan alamat host dan broadcast yang benar !

Subnet Mask: 255.255.255.252
Binary Subnet Mask: 11111111.11111111.11111111.11111100

  1. Jumlah Subnet = 2x ,dimana x adalah banyaknya binary 1 pada octet terkhir subnetmask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi  jumlah subnet adalah 26 = 64 subnet.
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2 ,dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binary 0 pada octet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 22 – 2 = 2 host.
  3. Blok Subnet = 256 – 252 (nilai octet terakhir subnetmask) = 4. Subnet berikutnya adalah 4+4=8, 8+4=12, 12+4 =16, 16+4=20, 20+4 = 24 sampai dengan 244+4=248, 248+4 = 252  . Jadi subnet lengkapnya adalah 0,4,8,12,16,20,24 …..,248,252.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid :

Subnet 192.168.1.0 192.168.1.4 ….. 192.168.1.248 192.168.1.252
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.5 ….. 192.168.1.249 192.168.1.253
Host Terakhir 192.168.1.2 192.168.1.6 ….. 192.168.1.250 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.3 192.168.1.7 ….. 192.168.1.251 192.168.1.255
]]>
https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-kelas-c-192-168-1-0-30/feed/ 0 436
Contoh Soal Subnetting Kelas C 192.168.1.0/31 https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-192-168-1-0-31/ https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-192-168-1-0-31/#respond Wed, 06 Dec 2017 12:12:50 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=429 ]]> Diketahui sebuah network 192.168.1.0/31. Hitunglah jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet dan alamat host dan broadcast yang benar !

Subnet Mask: 255.255.255.254
Binary Subnet Mask: 11111111.11111111.11111111.11111110

  1. Jumlah Subnet = 2x ,dimana x adalah banyaknya binary 1 pada octet terkhir subnetmask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi  jumlah subnet adalah 27 = 128 subnet.
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2 ,dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binary 0 pada octet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 21 – 2 = 0 host.
  3. Blok Subnet = 256 – 254 (nilai octet terakhir subnetmask) = 2. Subnet berikutnya adalah 2+2=4, 4+2=6, 6+2 =8, 8+2=10, 10+2 = 12 sampai dengan 248+2=250, 250+2 =252, 252+2=254 . Jadi subnet lengkapnya adalah 0,2,4,6,8,10,12 …..,250,252,254.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid :

Network Address Usable Host Range Broadcast Address:
192.168.1.0 192.168.1.1 – 192.168.1.0 192.168.1.1
192.168.1.2 192.168.1.3 – 192.168.1.2 192.168.1.3
192.168.1.4 192.168.1.5 – 192.168.1.4 192.168.1.5
192.168.1.6 192.168.1.7 – 192.168.1.6 192.168.1.7
192.168.1.8 192.168.1.9 – 192.168.1.8 192.168.1.9
192.168.1.10 192.168.1.11 – 192.168.1.10 192.168.1.11
192.168.1.12 192.168.1.13 – 192.168.1.12 192.168.1.13
192.168.1.14 192.168.1.15 – 192.168.1.14 192.168.1.15
192.168.1.16 192.168.1.17 – 192.168.1.16 192.168.1.17
192.168.1.18 192.168.1.19 – 192.168.1.18 192.168.1.19
192.168.1.20 192.168.1.21 – 192.168.1.20 192.168.1.21
192.168.1.22 192.168.1.23 – 192.168.1.22 192.168.1.23
192.168.1.24 192.168.1.25 – 192.168.1.24 192.168.1.25
192.168.1.26 192.168.1.27 – 192.168.1.26 192.168.1.27
192.168.1.28 192.168.1.29 – 192.168.1.28 192.168.1.29
192.168.1.30 192.168.1.31 – 192.168.1.30 192.168.1.31
192.168.1.32 192.168.1.33 – 192.168.1.32 192.168.1.33
192.168.1.34 192.168.1.35 – 192.168.1.34 192.168.1.35
192.168.1.36 192.168.1.37 – 192.168.1.36 192.168.1.37
192.168.1.38 192.168.1.39 – 192.168.1.38 192.168.1.39
192.168.1.40 192.168.1.41 – 192.168.1.40 192.168.1.41
192.168.1.42 192.168.1.43 – 192.168.1.42 192.168.1.43
192.168.1.44 192.168.1.45 – 192.168.1.44 192.168.1.45
192.168.1.46 192.168.1.47 – 192.168.1.46 192.168.1.47
192.168.1.48 192.168.1.49 – 192.168.1.48 192.168.1.49
192.168.1.50 192.168.1.51 – 192.168.1.50 192.168.1.51
192.168.1.52 192.168.1.53 – 192.168.1.52 192.168.1.53
192.168.1.54 192.168.1.55 – 192.168.1.54 192.168.1.55
192.168.1.56 192.168.1.57 – 192.168.1.56 192.168.1.57
192.168.1.58 192.168.1.59 – 192.168.1.58 192.168.1.59
192.168.1.60 192.168.1.61 – 192.168.1.60 192.168.1.61
192.168.1.62 192.168.1.63 – 192.168.1.62 192.168.1.63
192.168.1.64 192.168.1.65 – 192.168.1.64 192.168.1.65
192.168.1.66 192.168.1.67 – 192.168.1.66 192.168.1.67
192.168.1.68 192.168.1.69 – 192.168.1.68 192.168.1.69
192.168.1.70 192.168.1.71 – 192.168.1.70 192.168.1.71
192.168.1.72 192.168.1.73 – 192.168.1.72 192.168.1.73
192.168.1.74 192.168.1.75 – 192.168.1.74 192.168.1.75
192.168.1.76 192.168.1.77 – 192.168.1.76 192.168.1.77
192.168.1.78 192.168.1.79 – 192.168.1.78 192.168.1.79
192.168.1.80 192.168.1.81 – 192.168.1.80 192.168.1.81
192.168.1.82 192.168.1.83 – 192.168.1.82 192.168.1.83
192.168.1.84 192.168.1.85 – 192.168.1.84 192.168.1.85
192.168.1.86 192.168.1.87 – 192.168.1.86 192.168.1.87
192.168.1.88 192.168.1.89 – 192.168.1.88 192.168.1.89
192.168.1.90 192.168.1.91 – 192.168.1.90 192.168.1.91
192.168.1.92 192.168.1.93 – 192.168.1.92 192.168.1.93
192.168.1.94 192.168.1.95 – 192.168.1.94 192.168.1.95
192.168.1.96 192.168.1.97 – 192.168.1.96 192.168.1.97
192.168.1.98 192.168.1.99 – 192.168.1.98 192.168.1.99
192.168.1.100 192.168.1.101 – 192.168.1.100 192.168.1.101
192.168.1.102 192.168.1.103 – 192.168.1.102 192.168.1.103
192.168.1.104 192.168.1.105 – 192.168.1.104 192.168.1.105
192.168.1.106 192.168.1.107 – 192.168.1.106 192.168.1.107
192.168.1.108 192.168.1.109 – 192.168.1.108 192.168.1.109
192.168.1.110 192.168.1.111 – 192.168.1.110 192.168.1.111
192.168.1.112 192.168.1.113 – 192.168.1.112 192.168.1.113
192.168.1.114 192.168.1.115 – 192.168.1.114 192.168.1.115
192.168.1.116 192.168.1.117 – 192.168.1.116 192.168.1.117
192.168.1.118 192.168.1.119 – 192.168.1.118 192.168.1.119
192.168.1.120 192.168.1.121 – 192.168.1.120 192.168.1.121
192.168.1.122 192.168.1.123 – 192.168.1.122 192.168.1.123
192.168.1.124 192.168.1.125 – 192.168.1.124 192.168.1.125
192.168.1.126 192.168.1.127 – 192.168.1.126 192.168.1.127
192.168.1.128 192.168.1.129 – 192.168.1.128 192.168.1.129
192.168.1.130 192.168.1.131 – 192.168.1.130 192.168.1.131
192.168.1.132 192.168.1.133 – 192.168.1.132 192.168.1.133
192.168.1.134 192.168.1.135 – 192.168.1.134 192.168.1.135
192.168.1.136 192.168.1.137 – 192.168.1.136 192.168.1.137
192.168.1.138 192.168.1.139 – 192.168.1.138 192.168.1.139
192.168.1.140 192.168.1.141 – 192.168.1.140 192.168.1.141
192.168.1.142 192.168.1.143 – 192.168.1.142 192.168.1.143
192.168.1.144 192.168.1.145 – 192.168.1.144 192.168.1.145
192.168.1.146 192.168.1.147 – 192.168.1.146 192.168.1.147
192.168.1.148 192.168.1.149 – 192.168.1.148 192.168.1.149
192.168.1.150 192.168.1.151 – 192.168.1.150 192.168.1.151
192.168.1.152 192.168.1.153 – 192.168.1.152 192.168.1.153
192.168.1.154 192.168.1.155 – 192.168.1.154 192.168.1.155
192.168.1.156 192.168.1.157 – 192.168.1.156 192.168.1.157
192.168.1.158 192.168.1.159 – 192.168.1.158 192.168.1.159
192.168.1.160 192.168.1.161 – 192.168.1.160 192.168.1.161
192.168.1.162 192.168.1.163 – 192.168.1.162 192.168.1.163
192.168.1.164 192.168.1.165 – 192.168.1.164 192.168.1.165
192.168.1.166 192.168.1.167 – 192.168.1.166 192.168.1.167
192.168.1.168 192.168.1.169 – 192.168.1.168 192.168.1.169
192.168.1.170 192.168.1.171 – 192.168.1.170 192.168.1.171
192.168.1.172 192.168.1.173 – 192.168.1.172 192.168.1.173
192.168.1.174 192.168.1.175 – 192.168.1.174 192.168.1.175
192.168.1.176 192.168.1.177 – 192.168.1.176 192.168.1.177
192.168.1.178 192.168.1.179 – 192.168.1.178 192.168.1.179
192.168.1.180 192.168.1.181 – 192.168.1.180 192.168.1.181
192.168.1.182 192.168.1.183 – 192.168.1.182 192.168.1.183
192.168.1.184 192.168.1.185 – 192.168.1.184 192.168.1.185
192.168.1.186 192.168.1.187 – 192.168.1.186 192.168.1.187
192.168.1.188 192.168.1.189 – 192.168.1.188 192.168.1.189
192.168.1.190 192.168.1.191 – 192.168.1.190 192.168.1.191
192.168.1.192 192.168.1.193 – 192.168.1.192 192.168.1.193
192.168.1.194 192.168.1.195 – 192.168.1.194 192.168.1.195
192.168.1.196 192.168.1.197 – 192.168.1.196 192.168.1.197
192.168.1.198 192.168.1.199 – 192.168.1.198 192.168.1.199
192.168.1.200 192.168.1.201 – 192.168.1.200 192.168.1.201
192.168.1.202 192.168.1.203 – 192.168.1.202 192.168.1.203
192.168.1.204 192.168.1.205 – 192.168.1.204 192.168.1.205
192.168.1.206 192.168.1.207 – 192.168.1.206 192.168.1.207
192.168.1.208 192.168.1.209 – 192.168.1.208 192.168.1.209
192.168.1.210 192.168.1.211 – 192.168.1.210 192.168.1.211
192.168.1.212 192.168.1.213 – 192.168.1.212 192.168.1.213
192.168.1.214 192.168.1.215 – 192.168.1.214 192.168.1.215
192.168.1.216 192.168.1.217 – 192.168.1.216 192.168.1.217
192.168.1.218 192.168.1.219 – 192.168.1.218 192.168.1.219
192.168.1.220 192.168.1.221 – 192.168.1.220 192.168.1.221
192.168.1.222 192.168.1.223 – 192.168.1.222 192.168.1.223
192.168.1.224 192.168.1.225 – 192.168.1.224 192.168.1.225
192.168.1.226 192.168.1.227 – 192.168.1.226 192.168.1.227
192.168.1.228 192.168.1.229 – 192.168.1.228 192.168.1.229
192.168.1.230 192.168.1.231 – 192.168.1.230 192.168.1.231
192.168.1.232 192.168.1.233 – 192.168.1.232 192.168.1.233
192.168.1.234 192.168.1.235 – 192.168.1.234 192.168.1.235
192.168.1.236 192.168.1.237 – 192.168.1.236 192.168.1.237
192.168.1.238 192.168.1.239 – 192.168.1.238 192.168.1.239
192.168.1.240 192.168.1.241 – 192.168.1.240 192.168.1.241
192.168.1.242 192.168.1.243 – 192.168.1.242 192.168.1.243
192.168.1.244 192.168.1.245 – 192.168.1.244 192.168.1.245
192.168.1.246 192.168.1.247 – 192.168.1.246 192.168.1.247
192.168.1.248 192.168.1.249 – 192.168.1.248 192.168.1.249
192.168.1.250 192.168.1.251 – 192.168.1.250 192.168.1.251
192.168.1.252 192.168.1.253 – 192.168.1.252 192.168.1.253
192.168.1.254 192.168.1.255 – 192.168.1.254 192.168.1.255

 

Subnet 192.168.1.0 192.168.1.2 ….. 192.168.1.252 192.168.1.254
Host Pertama 192.168.1.0 192.168.1.2 ….. 192.168.1.252 192.168.1.254
Host Terakhir 192.168.1.1 192.168.1.3 ….. 192.168.1.253 192.168.1.255
Broadcast 192.168.1.1 192.168.1.3 ….. 192.168.1.253 192.168.1.255
]]>
https://www.molaviarman.net/contoh-soal-subnetting-192-168-1-0-31/feed/ 0 429
Video Routing Static Fatality One https://www.molaviarman.net/video-routing-static-fatality-one/ https://www.molaviarman.net/video-routing-static-fatality-one/#respond Fri, 01 Dec 2017 02:23:09 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=424 ]]> ]]> https://www.molaviarman.net/video-routing-static-fatality-one/feed/ 0 424 Memahami File GNU/Linux https://www.molaviarman.net/memahami-file-gnu-linux/ https://www.molaviarman.net/memahami-file-gnu-linux/#respond Tue, 28 Nov 2017 02:33:19 +0000 https://www.molaviarman.net/?p=416 ]]> Seluruh perangkat hard drive dipandang sebagai sebuah file. GNU/Linux menggunakan 3 tipe utama dari objek sebagai media penyimpanan informasi, yaitu :

Files , File-file yang menjalankan program disebut dengan file executable atau file biner. File biner biasanya diletakkan pada direktori /bin (singkatan dari binary), atau di direktori /sbin (singkatan dari system binaries).
Links , Penunjuk ke file lain.
Directories , kumpulan file, links dan direktori lain.

Memahami Nama File yang Digunakan GNU/Linux

Penamaan file, links dan direktori GNU/Linux mengikuti aturan berikut.

  1. Tidak boleh lebih dari 256 karakter dan nama path/direktori tidak boleh lebih dari 4096.
  2. Case sensitive, GNU/Linux membedakan karakter huruf besar dan kecil. Misalkan :’data’ akan berbeda dengan ‘DATA’.
  3. Dapat menggunakan huruf maupun angka. Namun, untuk menghindari kesalahan penulis sebaiknya tidak menggunakan karakter ‘#’ karena kalimat setelah karakter tersebut akan dianggap sebagai komentar.
  4. Menggunakan slash forward (/) untuk identifikasi sebuah ditektori.

Memahami Ekstensi File GNU/Linux

GNU/Linux dapat membaca ekstensi file dari sistem operasi lain seperti jpg untuk file gambar, html untuk file web, doc untuk word processor Microsoft Windows, dan lain-lain. Penjelasan tentang ekstensi file yang digunakan Debian GNU/Linux sebagai berikut :

.bz2 File kompresi dengan menggunakan kompresi bzip2
.gz File kompresi dengan menggunakan kompresi gzip.
.c File yang ditulis dalam bahasa C
.conf File konfigurasi GNU/Linux
.deb Paket instalasi Debian GNU/Linux
.lock File yang terkunci demi untuk menghindari pemakaian oleh file lain
.so Objek-share (pustaka atau modul)
.src File source code, yang ditulis dalam plain text, file tersebut harus dikompilasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
.tar File yang berisi bundelan/kumpulan file lain yang dijadikan satu.
.tar.gz File bundelan yang terkompresi dalam format gz.

Pada GNU / Linux, terdapat beberapa tipe file seperti executable file, system data file, dan user data file. Beberapa perbedaan yang ada antara lain :

Executable file File-file ini berisi instruksi program untuk dijalankan oleh system. Program dan skrip merupakan executable file.
System data file File-file ini berisi informasi yang digunakan oleh program atau skrip. Biasanya digunakan oleh administrator dan para programmer untuk menajalankan program secara berlainan.
User data file File-file ini berisi teks dan data yang dibuat oleh user

Secara default GNU/Linux dapat mengenali secara otomatis seluruh tipe file sehingga tidak perlu lagi bersusah payah dengan file-nya.

Hidden File

Beberapa file yang ada pada GNU/Linux terkadang tidak tampak atau tidak dapat diakses oleh user lain. Sebagai contoh, terdapat banyak file konfigurasi sistem yang dapat diakses oleh root dan biasanya oleh sistem dibuat tersembunyi (hidden), sehingga tidak dapat dilihat/diakses oleh user lain. Namun, sebagai user biasapun dapat membuat file tersembunyi. File tersembunyi pada GNU/Linux biasanya diawali dengan karakter titik (.). Anda dapat melinat beberap file tersembunyi yang ada pada direktori home.

$ls -all

]]>
https://www.molaviarman.net/memahami-file-gnu-linux/feed/ 0 416