NIST (National Istitute Of Standard And Technology) tidak hanya menjelaskan mengenai definisi dari Cloud Computing, tapi tidak juga membagi model deployment dari Cloud Computing ke dalam empat model Keempat model deployment pada Cloud Computing tersebut mencakup Private Cloud, Public Cloud, Community Cloud dan Hybrid Cloud. Model deployment ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu menyesuaikan lingkungan, kondisi, dan keperluan dari pengguna, sehingga teknologi cloud dapat diterapkan dan dimanfaatkan dengan baik dan optimal.

1. Private Cloud

Private Cloud dimaksudkan sebagai model deployment Cloud Computing yang ditujukan untuk penggunaan yang terbatas pada kalangan tertentu saja (private). Model deployment ini umumnya bayak diterapkan untuk laboratorium riset, sekolah, perpustakaan, gedung/bangunan (kantor/perusahaan), dan lain-lain. Ada tiga tujuan utama model deployment private cloud, sebagai berikut :

1. Hemat biaya.

Untuk menciptakan sebuah private cloud, hanya dibutuhkan sarana sebuah komputer maupun beberapa buah komputer dengan fasilitas jaringan intranet (LAN/Local Area Network), baik dalam bentuk media wired (kabel), wireless (sinyal/nonkabel), maupun kombinasi keduanya. Tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk penyediaan akses internet.

2. Privasi.

Pemanfaatan private cloud, misalkan didalam lingkungan bersangkutan, relatif lebih aman, karena hanya diakses oleh internal perusahaan/kantor bersangkutan saja. Terutama dalam hal ini akses data, informasi dan file-file penting lainnya.

3. Latar belakang pengguna.

Umumnya, Private Cloud ditujukan untuk penggunaan internal organisasi (baik perusahaan / kantor / sekolah / kampus/lab) dimana pengguna yang menggunakan adalah anggota dari organisasi itu saja yang umumnya juga berada di lingkungan tersebut. Sehingga akan lebih mudah untuk menyediakan sebuah lingkungan deployment Private Cloud untuk penggunaan secara terbatas (private) pada lingkungan dan pengguna dari organisasi itu saja.

Berdasarkan penjelasan diatas, model deployment Cloud Computing berupa Private Cloud ini memiliki beberapa kelebihan yang dapat Anda nikmati. Adapun kelebihan yang ditawarkan antara lain :

1. Hemat biaya, baik biaya penyediaan internet, sewa layanan Cloud Computing ke penyedia layanan (provider). Ini disebabkan karena organisasi bersangkutan saja yang menyediakan semua secara mandiri (dari, oleh, dan untuk diri sendiri/organisasi bersangkutan)

2. Relatif lebih aman karena bersifat private jika dibandingkan diletakkan di ruang publik (internet).

3. Tidak bergantung pada penyedia layanan Cloud luar. Anda sendiri dapat menyediakan secara mandiri/swadaya untuk pemakaian internal organisasi/perusahaan Anda maupun untuk diri sendiri.

4. Terkait dengan point nomor 3 diatas, maka proses bisnis dari organisasi yang menggunakan Private Cloud serta proses bisnis layanan yang berbasiskan Private Cloud umumnya bersifat lebih sederhana. Proses bisnis mencakup semua alur kegiatan yang ada didalam sebuah organisasi.

Namun dibalik kelebihan yang dimilikinya itu, Private Cloud memiliki sejumlah kekurangan. Adapun kekurangan yang dimiliki oleh Private Cloud antar lain :

1. Memerlukan tenaga, waktu dan biaya tersendiri untuk mengelola dan merawat Private Cloud. Sebagai contoh, adanya belanja tenaga IT (khususnya dibidang Cloud Computing), biaya pembelian komputer dan kelengkapannya (sistem operasi, aplikasi, perangkat keras penunjang.

2. Tidak cocok diterapkan bagi perusahaan/organisasi/pihak/individu yang tidak dimiliki pengetahuan mengenai teori dan teknis terkait dengan jaringan komputer dan Cloud Computing. Segala proses maintenance (perawatan, konfigurasi, intalasi) dilakukan sendiri (swadaya) terhadap sistem dan infrastruktur, demi menjamin layanan selalu dalam keadaan baik.

3. Tidak cocok diterapkan pada organisasi atau perusahaan yang salah satu bagian proses bisnisnya berkaitan dengan meletakkan data di internet (termasuk juga data di Private Cloud)

Sesuai dengan ketiga jenis layanan yang disediakan oleh Cloud Computing (IAAS,PAAS dan SAAS), maka pada model deployment Private Cloud ini juga dapat diterapkan ketiga jenis layanan tersebut. Antara lain sebagai berikut :

1. Jenis layanan SAAS (aplikasi)

a. Aplikasi web server intranet pada jaringan Private Cloud

b. Aplikasi mail server intranet pada jaringan Private Cloud

c. Aplikasi video dan radio streaming intranet pada jaringan Private Cloud.

2. Jenis layanan PAAS (platform) :

Penyediaan sebuah jaringan intranet untuk Private Cloud berupa komputer server dan kelengkapan (sistem operasi Linux, aplikasi-aplikasi open source untuk PAAS, database, framework, firewall), untuk memudahkan didalam pengembangan perangkat lunak berbasis Cloud secara intranet.

Penyedia sistem operasi berbasis web dilingkungan intranet (memanfaatkan Eye OS) beserta kelengkapan aplikasi-aplikasi untuk dimanfaatkan bersama-sama.

Bagan Private Cloud dapat disajikan pada gambar berikut ini :

Private Cloud
Private Cloud