Cloud Computing sesungguhnya lebih dari sekedar virtualisasi. Ada beberapa organisasi dan vendor yang telah mendefinisikan kata “cloud computing”, salah satunya adalah National Institute of Stanadards and Technology (NIST).

Menurut NIST cloud computing didefinisikan sebagai berikut :

Cloud computing is a model for enabling convenient, on-demand network access to a shared pool of configurable computing resources (e.g., networks,sservers, storage, applications, and services) that can be rapidly provosioned and released with minimal management effort or service provider interaction. This cloud model promotes availability and is composed of five essential characteristics, three delivery models, and four deployment models” (Mell and Grance, Draft Working Definition of Cloud Computing”V14, US National Institute of Standards, June 2009).

Cloud computing merupakan hasil evolusi dari teknologi yang sudah ada sebelumnya, yaitu grid computing. Grid computing dapat dipandang sebagai penggabungan berbagai jenis komputer yang dihubungkan dengan network, sehingga dihasilkanlah tenaga komputasi yang cukup besar. Grid Compuitng biasanya dibuat untuk menyelesaikan sebuah proyek atau persoalan besar yang tidak dapat diselesaikan oleh sebuah komputer.

Grid computing tidak bertumpu pada teknologi virtualisasi. Mungkin hal ini dapat menjadi salah satu pembeda antara cloud dan grid.

Bagan Cloud Computing menurut NIST
Bagan Cloud Computing menurut NIST

Contoh penerapan grid computing yaitu pada proyek Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI – http://setiathome.barkeley.edu). Proyek SETI dibuat untuk menemukan adanya tanda-tanda kehidupan diluar angkasa, dengan cara menganalisa data radio yang telah direkam selama ribuan jam. Proses analisis ini dilakukan menggunakan software khusus yang telah diinstall pada ribuan komputer di seluruh dunia , yang dihubungkan menggunakan jaringan Internet.

Cloud computing terdiri dari 6 (enam) komponen utama , yaitu : clients, services, application, platform, storage, dan Infrastruktur.

Komponen Cloud Computing
Komponen Cloud Computing

Walaupun dari “luar” ada kemiripan antara cloud computing dan grid computing, namun cloud computing sangat berbeda dengan grid computing. Berikut 5 (lima) buah karakteristik cloud computing (menurut NIST)

Rapid Elasticity, resource yang disediakan oleh cloud computing dapat bertambah atau berkurang (scale up and down) dengan cepat. Pengguna dapat menyewa computing power sebanyak yang dibutuhkannya.

Measured Service, Service yang disediakan bersifat terukur. Provider cloud computing dapat mengendalikan dan memonitor cloud services, misalkan untuk keperluan billing, access control, resource optimization, capacity planning dan sebagainya.

On-Demand Self-Service, Pengguna dapat mengakses cloud compuitng services sesuai kebutuhan , tanpa perlu dilayani oleh pihak lain (misal : teknisi provider cloud computing)

Ubiquitous / Broad Network Access, Semua kapabilitas cloud computing tersedia melalui network dan dapat diakses oleh clients (mobile device, thick atau thin client) dengan mentode yang sudah berlaku umum.

Resource Pooling, Cloud computing provider dapat melayani pengguna via multi-tenant model. Berbagai resource, seperti : storage, CPU, memory, bandwidth, dan mesin virtual (virtual machine), yang terdapat di berbagai lokasi dapat digunakan oleh banyak client secara bersamaan.