Mendesain suatu LAN yang sederhana untuk 1 atau 2 server dan 2 sampai 12 workstation adalah relatif sangat mudah. Cukup dengan menghubungkan server dan workstation tersebut dengan suatu hub atau switch, maka Anda sudah dapat membuat suatu LAN yang dapat bekerja dengan baik.

Namun, jika server dan workstation berjumlah banyak dan berada di lantai atau gedung yang berlainan, seperti jaringan untuk kampus (campus network), perencanaan atau desain suatu LAN tidaklah terlalu mudah. Banyak faktor yang harus Anda perhatikan agar LAN dapat bekerja dengan baik dan dapat mengatasi arus lalu lintas data.

Faktor-faktor tersebut antara lain :

  • Bagaimana membuat jalur yang dapat berfungsi secara optimal.
  • Bagaimana memberi prioritas pada jaringan tertentu.
  • Jalur alternatif jika terjadi kemacetan atau kesalahan di jaringan.
  • Membuat beban atau bandwidth jaringan seimbang.
  • Bagaimana mengamankan jaringan.

Pada dasarnya, perancang jaringan komputer yang baik harus mengikuti beberapa prinsip sebagai berikut :

  • Perhitungkan bandwidth yang dibutuhkan, ini sangat penting agar backbone jaringan dapat mendukung pengiriman data antarsegmen dengan menentukan jumlah maksimum workstation di dalam suatu segmen atau menentukan jenis peralatan dan protokol jaringan yang tepat.
  • Pelajari aplikasi yang dipergunakan oleh pemakai, misalnya pemakaian database dengan client-server, ketika penggunaan sumber daya yang efektif sangat penting seperti berapa jumlah client yang dapat berhubungan dengan server.
  • Perhatikan jalur-jalur kritis, jika jalur tersebut terputus, hubungan kesuatu segmen dari jaringan terputus. Untuk itu diperlukan jalur alternatif sebagai backup.
  • Perhatikan keseimbangan beban pada jaringan (load balance), yang bergantung pada beban jaringan, jalur ganda dapat dipergunakan.
  • Pergunakan model desain hirarki didalam mendasain suatu jaringan komputer yang kompleks sebagai yang akan dibahas dibawah ini.
  • Perhatikan peraturan LAN segmentasi yang ditentukan oleh perusahaan Cisco adalah 70% lokal dan 30% lewat router.

Hierarchical design model adalah suatu model untuk mendasain jaringan komputer yang banyak dipakai oleh para perancang jaringan. Dengan model desain hirarki ini, jaringan dibagi didalam tiga lapisan yang berdiri sendiri-sendiri dan mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Dengan menggunakan model desain hirarki ini, dapat memfokuskan perhatiannya pada suatu lapisan tertentu dan pelacakan kesalahan juga menjadi lebih mudah.

Lapisan Inti (Core)

Lapisan ini adalah merupakan tulang punggung (backbone) dari jaringan. Di dalam lapisan ini, data diteruskan secepatnya menggunakan metode dan protokol jaringan yang tercepat (high-speed), misal Fast Ethernet 100Mbps, Gigabit Ethernet, FDDI atau ATM. Untuk toleransi kesalahan dipergunakan peralatan dan jalur ganda.

Pada lapisan ini tidak boleh dilakukan penyaringan (filter) paket data karena dapat memperlambat transmisi data tersebut.

Lapisan Distribusi (Distribution)

Pada lapisan ini, diadakan pembagian atau pembuatan segmen-segmen berdasarkan peraturan yang akan dipakai oleh suatu perusahaan, misalnya jaringan dibagi atas departemen-departemen atau workgroup.

Pada lapisan ini, penyaringan paket data akan dilakukan untuk segmentasi berdasarkan collision domain, broadcast domain atau keamanan jaringan. VLAN juga dapat dibuat di lapisan ini untuk memciptakan segmen-segmen logika.

Lapisan Akses (Access)

Pada lapisan akses ini , komputer pemakai dihubungkan untuk akses ke jaringan. Pada lapisan ini penyaringan paket data yang elbih spesifik dapat dilakukan untuk pencegahan akses ke suatu komputer tertenu.

Contoh jaringan dengan model design hirarki ini seperti tampak pada gambar 4.15.

Model Hirarki dengan Switch

Perhatikan , pada gambar 4.1.5 tersebut , switch digambarkan menggunakan simbol. Simbol-simbol router, switch dan hub yang sering dipergunakan di dalam pembahasan suatu jaringan adalah seperti tampak pada gambar 4.16.

Simbol Router, Switch dan Hub

Pemakaian simbol didalam bab ini sengajar dibahas agar Anda mengenal simbol-simbol tersebut, yang sering dipakai didalam buku-buku yang membahas komputer atau didalam ujian CCNA.

Contoh jaringan model desain hirarki diatas, hanya menggunakan switch disemua lapisan-lapisan. Jaringan dengan switch ini umumnya dipakai untuk jaringan yang tidak terlampau besar.

Model hirarki ini dapat juga dipakai untuk mendesain jaringan WAN atau jaringan kampus seperti tampak pada Gambar 4.17 dan 4.18.

Di dalam contoh pada gambar 4.16 , untuk lapisan distribusi dipergunakan router yang befungsi untuk membagi jaringan menjadi segmen-segmen atau subnet-subnet yang berdisi sendiri. Penyampaian paket data kemudian diatur oleh router. Di samping itu, router dapat mengadakan penyaringan terhadap paket data (packet filtering) untuk mengatur keamanan jaringan.

Pada gambar 4.18 untuk lapisan inti atau backboune dipergunakan jaringan FDDI yang memberikan akses cepat lewat media kabel fiber optik. Jaringan ini umumnya dipergunakan untuk jaringan kampus yang besar.

Model desain hirarki dengan switch, router dan hub
Jaringan kampus dengan FDDI