Bridge bekerja di lapisan data link dan menggunakan MAC address untuk meneruskan frame-frame data ke tujuannya. Bridge juga secara otomatik membuat tabel penerjemah untuk frame yang diterima di masing-masing port. Oleh sebab itu, bridge dapat mengurangi lalu lintas jaringan dengan hanya menyiarkan (broadcast) frame-frame data yang tidak dikenal oleh tabel penerjemah. Jadi , bridge dipergunakan untuk membagi LAN menjadi 2 domain collision untuk mengurangi jumlah tabrakan, dan metode ini disebut segmentasi. Salah satu kelemahan bridge adalah jika alamat yang diterima tidak dikenal oleh bridge, bridge menyebabkan terjadinya broadcast storm (badai siaran) yang dapat menyebabkan kemacetan total jaringan komputer. Walaupun dapat memiliki domain collision yang berbeda, tetapi peralatan bridge hanya memiliki satu broadcast domain.

Switch adalah sejenis bridge yang juga bekerja pada lapisan data link tetapi memiliki keunggulan karena memiliki sejumlah port yang masing-masing memiliki domain collision sendiri-sendiri. Oleh sebab itu, switch sering disebut sebagai multi port bridge Switch mempunya tabel penerjemah pusat yang memiliki daftar penerjemah yntuk semua port. Switch menciptakan Virtual Private Network dari port pengirim dan port penerima. Jika dua host sedang berkomunikasi lewat VPN tersebut, mereka tidak mengganggu segmen lainnya. Jadi, jika satu port sedang sibuk, port-port lain tetap dapat berfungsi. Penggunaan switch semakin populer terutama dengan harganya yang semakin terjangkau.

Switch memungkinkan transmisi full-duplex untuk hubungan port ke port tempat pengiriman dan penerimaan dapat dilakukan bersamaan menggunakan VPN tersebut diatas. Pernyaratan untuk dapat mengadakan hubungan full-duplex adalah hanya satu komputer atau server yang dapat dihubungkan ke satu port dari switch (satu segmen per node). Komputer tersebut harus memiliki network card yang mendukung hubungan full-duplex, serta collision detection dan loopback harus disable.

Jaringan yang mempergunakan kombinasi switch dan hub adalah seperti dalam gambar 4.1.1. Perhatikan, setiap server atau workstation yang berhubungan langsung dengan switch mempunya segmen atau domain collision sendiri-sendiri. Sedangkan keempat workstation yang berhubungan melalui hub hanya memiliki satu segmen atau domain collision yang dipakai bersama. Jadi, bandwidth-nya untuk masing-masing workstation tersebut terbagi empat.

Switch yang dibahas diatas termasuk jenis layer 2 switch, yang bekerja dilapisan ke 2 (lapisan data link) referensi model OSI, yang meneruskan data berdasarkan alamat yang dituju dari MAC address milik frame yang diteruma. Jika layer 2 switch tidak mengenal alamat yang dituju oleh suatu frame yang diterima, switch tersebut akan menyiarkan informasi mengenai frame tersebut ke seluruh port milik switch agar frame tersebut dapat sampai tujuannya.

Jaringan yang mempergunakan Switch dan Hub

Selain itu adapula switch yang bekerja pada lapisan ke-3 (lapisan network) yang sebut layer 3 switch atau sering juga disebut routing switch. Peralatan ini meneruskan data berdasarkan alamat logika (IP address) jaringan yang dituju.

Bergantung pada cara memproses frame data yang diterima switch dapat digolongkan dalam tiga jenis, yaitu Store dan forward switch, cut-through switch dan fragment free switch.

  • Store and forward switch meneruskan frame setelah frame data diterima secara lengkap. Oleh sebab itu, switch ini mempunya latecy yang lama bergantung pada panjangnya frame. Cisco Catalyst switch 2950 dan 5000 series mendukung switch jenis ini.
  • Cut-through switch meneruskan frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap. Frame data diteruskan begitu informasi mengenai alamat yang dituju diketahui oleh switch. Oleh sebab itu, latecy sangat singkat.
  • Framentfree (hybrid) switch merupakan kompromi antara kedua jenis switch diatas, meneruskan frame setelah menunggu sedikitnya 64 byte dari frame diterima sebelum meneruskan data. Switching-mode ini merupakan default mode untuk Cisco Catalyst switch1900 series.

Catatan : Latency adalah keterlambatan waktu yang terjadi didalam switch dari saat frame data diterima sampai frame data diteruskan ke tujuan.

VIRTUAL LAN (VLAN)

Switch dapat dikonfigurasikan menadi Virtual LAN (VLAN) yang bekerja seperti konsep subnetting protokol TCP/IP , yaitu jaringan LAN dapat disegmentasi secara logika tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Hal ini mempermudah pengaturan jaringan karena jika ada perubahan dari lokasi personnel karena perubahan organisasi misalnya, jaringan dapat diatur tanpa harus memindahkan peralatan jaringan. Jadi, dengan VLAN pengaturan jaringan menjadi sangat fleksible, yaitu Anda dapat membuat segmen yang begantung pada organisasi atau departemen tanpa bergantung pada lokasi personel atau peralatan komputer seperti Gambar 4.12.

Jaringan VLAN

Setiap port dari switch dapat diterapkan menadi anggota suatu VLAN. Port-port yang menadi anggota suatu VLAN dapat saling berkomunikasi langsung karena dalam broadcast domain yang sama. Sedangkan port-port yang berada diluar VLAN tersebut atau anggota VLAN yang lain tidak dapat saling berkomunikasi langsung karena VLAN tidak meneruskan broadcast.

Komunikasi antara VLAN dengan VLAN lain harus lewat router seperti juga antara LAN dengan LAN yang terpisah. VLAN diatur oleh spesifikasi IEEE 802.1q.

SPANNING TREE PROTOCOL (STP)

Untuk menjaga kelancaran lalu linstas jaringan komputer, sering dibuat jalur ganda antara peraltan-peralatan jaringan sehingga jika terjadi kemacetan/kerusakan pada jalur yang satu, data tetap dapat dikirim lewat jalur yang lainnya. Namun, jalur ganda ini dapat menyebabkan terjadinya lingkaran jaringan (network loop), yaitu penerima ada kemungkinan menerima paket yang sama secara berulang-ulang. Juga lingkaran jaringan dapat membingungkan protokol routing waktu meneruskan data. Oleh sebab itu, switch sering dikonfigurasi menggunakan Spanning Tree Protocol (STP), yang dapat diciptakan jalur ganda tanpa harus memiliki resiko terjadinya lingkaran jaringan mengguanakn Spanning Tree Algorithm (STA) seperti dalam Gambar 4.13.

Algoritma ini mengatur jalur ganda dengan hanya mengizinkan satu jalur yan gaktif, sedangkan jalur ganda lain diblok atau berada di posisi tunggu (stanby). Jika jalur utama yang aktif mengalami kemacetan/kerusakan, baru jalur stanby itu diaktifkan menggantikan jalur utama. Spanning Tree Protocol ini diatur oleh spesifikasi IEEE 802.1d.

Jaringan Spanning Tree