Berdasarkan media penghantar, jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Wire Network adalah jaringa komputer yang menggunakan kabel sebagai media penghantar. Jadi, data mengalir pada kabel. Kabel yang umumnya digunakan pada jaringan komputer biasanya berbahan dasar tembaga. Ada juga jenis kabel lain yang menggunakan bahan sejenis fiber yang disebut optic atau serat optic. Biasanya bahan tembaga banyak digunakan pada LAN. Sedangkan untuk MAN atau WAN menggunakan gabungan kabel tembaga dan serat optik. Serat optik saat ini sudah semakin populer.

yan gmenggunakan bahan sejenis fiber yang disebut optic atau serat optic. Biasanya bahan tembaga banyak digunakan pada LAN. Sedangkan untuk MAN atau WAN menggunakan gabungan kabel tembaga dan serat optik. Serat optik saat ini sudah semakin populer.

Wireless Network adalah jaringan tanpa kabel yan gmenggunakan media penghantar gelombang radio atau cahaya infrared atau LASER. Saat ini sudah semakin banyak public area atau lokasi tertentu yang menyediakan layanan wireless network. Sehingga pengguna dapat dengan mudah melakukan akses Internet tanpa kabel. Frekuensi yang digunakan pada radio untuk jaringan komputer biasanya dikisaran 2.4GHz dan 5.8Ghz. Sedangkan pengguna infrared dan LASER umumnya hanya terbatas untuk jenis jaringan yang hanya terbatas untuk jenis jaringan yang hanya melibatkan dua buah komputer atau disebut point to point.

Berdasarkan Pola Operasi

Bedasarkan pola operasi atau fungsinya , jaringan komputer dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Client Server adalah jaringan komputer yang mengharuskan salah satu (atau lebih) komputer difungsikan sebagai server atau central. Server melayani komputer lain yang sebut client. Layanan yang diberikan bisa berupa akses web, e-mail, file atau yang lain. Client server banyak dijumpai pada jaringan Internet. Namun Lan atau jaringan lain pun bisa mengimplementasikan client server. Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing.
  2. Peer to Peer adalah jaringan komputer dimana setiap komputer bisa menjadi server sekaligus client. Jadi tidak ada komputer yang “lebih utama” dibandingkan komputer lain. Setiap komputer dapat menerima dan memberikan access dari / ke komputer lain. Peer to peer banyak diimplementasikan pada LAN. Walaupun dapat juga diimplementasikan pada MAN, WAN, atau Internet, namun hal ini kurang lazim. Salah satu alasan adalah masalah manajemen dan security. Cukup sulit menjamin security pada jaringan peer to peer manakala pengguna komputer sudah sangat banyak.