NAS (Network Attached Storage)

NAS merupakan sebuah fungsi storage yang menyerupai server murni. NAS memiliki berbagai fitur dan teknologi seperti processor, RAM, serta HDD terintegrasi. Karena itu, NAS mirip dengan server, tapi dengan fungsi terbatas. Memiliki NAS seperti layaknya memiliki penyimpanan personal dirumah atau kantor — penggunaanya lebih cepat , lebih murah, dan dapat dikendalikan oleh user secara penuh.

Secara teknis sebuah NAS juga sudah dilengkapi dengan RAID Controller (0,1,5,10 atau lebih) sehingga memiliki kapabilitas meyakinkan sebagai storage server. NAS juga dilengkapi dengan konektor LAN agar bisa terhubung ke jaringan, dan memungkinkan akses data dari perangkat tersebut oleh server utama atau client secara langsung. Perangkat NAS bersifat fleksible dan scale-out, sehingga kapasitas storage dapat ditambahkan sesuai kebutuhan.

Berikut ini adalah beberapa kelebihan perangkat NAS :

  1. Mudah di operasikan , tidak membutuhkan konfigurasi khusus layaknya infrastruktur TI.
  2. Fleksible, dapat dipindahkan ke mana saja dengan mudah.
  3. Bersifat scale-out , kapasitas storage dapat ditambah karena menggunakan slot HDD atau SSD standar.
  4. Dapat dihubungkan dengan semua server dan PC client menggunakan Internet Protocol.
  5. Memiliki fitur keamanan data.
  6. Dapat melakukan kolaborasi antar pengguna, misalnya mengerjakan proyek yang sama pada satu dokumen.

SAN (Storage Area Network)

SAN adalah tinggi yang sebuah perangkat server dalam jaringan berkecepatan tinggi difungsikan untuk penyimpanan data. SAN beroperasi secara terpisah dibelakang server utama, sehingga dapat beroperasi sendiri dalam akses data berkapasitas besar tanpa mereduksi bandwidth jaringan yang sudah ada.

Koneksi antara server utama dengan storage server sudah tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional, karena lambat serta dapat mempengaruhi performa infrastruktur secara keseluruhan. SAN memiliki pendekatan teknologi berbeda untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sebelum ada SAN, storage menggunakan teknologi SCSI (Small Computer System Interface) atau SAS (Serial Attached Storage). SCSI menggunakan koneksi tipe paralel, sedangkan SAS menggunakan koneksi serial. Keduanya dianggap tidak mampu memenuhi ekspektasi sebuah sistem jaringan storage yang memadai. Saat PC client membutuhkan data berkapasitas besar dalam waktu singkat, umumnya koneksi tersebut dapat menimbulkan masalah bagi seluruh jaringan infrastruktur. Namun , SAN dapat mengatasi masalah ini karena mampu beroperasi secara terpisah.

Sumber : Bedah Total Server: Referensi Lengkap Teknologi Data Center, Virtualization, Cloud Computing & Enterprise System : Gita Surya Wijaya & Irtanto Wijaya.

berlajut Beberapa Tipe Storage Server – Bagian 4