Penelitian bisa diibaratkan sebagai sebuah pohon, penelitian dapat tumbuh subur hanyalah bila: iklim, perwatan, dan faktor-faktor lain yang medukung terpenuhi, tanpa ini terpenuhi sulit terpenuhi penelitian dapat tumbuh apalagi berbuah seperti yang peneliti harapkan. Untuk itu seorang peneliti membutuhkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Membutuhkan pengetahuan teori: teori tidak perlu berbelit-belit teori yang baik hanya memiliki sebuah ide sentral tertentu, sederhana & mudah dimengerti. Teori serupa ini didasarkan atas postulat tunggal. Teori yang kompleks yang meungkin mempunyai postulat ganda. Baik teori berpostulat tunggal maupun teori berpostulat ganda dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian.
    • Keuntungan Teori postulat tunggal: sederhana peneliti perlu memusatkan diri hanya pada satu atau sejumlah kecil variabel.
    • Keuntungan Teori postulat ganda: ialah dalam perumusan pengetahuan bisa jelas dan sedalam mungkin, dan memang fungsi teori yang sesungguhnya ialah menata pengetahuan secermat mungkin.
  2. Seorang Peneliti harus tahu permasalahan, seorang peneliti akan mempertimbangkan segenap faktor-faktor ekstern dan intern antara lain:
    • Apakah permasalahan ini berguna untuk dipecahkan?
    • Apakah mempunyai kepandaian yang cukup untuk memecahkan permasalahan tersebut?
    • Apakah permasalahan itu menarik untuk dipecahkan?
    • Apakah permasalahan tersebut kalau dipecahkan akan memberikan hal-hal yang baru?
    • Apakah bisa mendapatkan data secukupnya untuk pemecahan permasalahan tersebut?
    • Apakah permasalahan terbatasi dengan jelas? Sehingga mendapatkan pemecahan yang jelas.

Pada prinsipnya permasalahan harus terumuskan dengan jelas. Dalam perumusan permasalahan perlu diperhatikan 5 hal-hal pokok sebagai berikut:

  • Apakah permasalahan itu sudah dibatasi dalam hal seperti: tenaga, uang, waktu serta kepandaian.
  • Apakah terdapat alat-alat yang sesuai untuk pencapaian itu misalnya: test, skala penilaian dan sebagainya.
  • Apakah terhadap lapangan permasalahan yang diteliti itu telah disusun rencana yang dalam dan terurai dengan jelas.
  • Apakah Jenis data yang akan dikumpulkan dapat dianalisis dan dipergunakan dengan ukuran kecermatan.
  • Keterangan apakah yang diharapkan bisa dihasilkan oleh peneliti? Apakah jenis keterangan itu berguna untuk diselidiki?

3. Seorang peneliti harus menyusun rencana kerja: Dalam melaksanakan penelitian seorang peneliti harus menyusun rencana kerja yang tersusun dengan jelas sehingga evaluasi pencapaian setiap tahap bisa dilihat dengan jelas, sehingga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Dalam rencana kerja setiap istilah perlu memiliki pengertian tertentu yang jelas sekali, tidak ada istilah yang samar-samar pengertiannya.
  • Dalam rencana kerja harus dijaga juga jangan sampai peneliti mengambil daerah yang terlalu luas sehingga penelitian menjadi samar-samar.
  • Dalam rencana kerja peneliti sepatutnya pula tidak terlalu menyempitkan permasalahan sehingga permasalahan itu ungkin kehilangan arti sebagai permasalahan peneliti.

Sebuah rencana dapat dirumuskan sebagai pernyataan atau rangkaian pernyataan ataupun dalam bentuk pertanyaan atau rangkaian pertanyaan. Dalam bentuk rencana lengkap biasanya judul permasalahan dan keterangan judul dalam:

  1. Definisi istilah atau terminologi
  2. Anggapan dasar/postulat
  3. Penjabaran atau deduksi hypothesis yang diambil dari sub 2 diatas
  4. Metoda perlu dijelaskan
  5. Dari mana data didapat
  6. Adanya literatur yang berubungan dengan permasalahan yang dipecahkan.

4. Hipotesis adalah jawaban sementara: memiliki Hipotesis kerja sangat berguna untuk:

  • Untuk menjelaskan permasalahan
  • Untuk petunjuk metodolgi atau cara-cara bekerja
  • Untuk dipakai sebagai patokan menilai cara kerja
  • Untuk menyusun langkah-langkah dan pembuktian penelitian

Ciri-ciri hipotesis yang baik adalah:

  • Hipotesis hendaknya secara logik terkait erat dengan lapangan ilmu pengetahuan yang sedang diteliti, bila tidak maka hipotesis tidak ada gunanya
  • Hipotesis hendaknya jelas sederhana dan terbatas:
    • sederhana untuk mengurangi kesalah pahaman sedang
    • terbatas untuk mengetahui luas dan dalamnya permasalahan yang diteliti. 3. Hipotesis hendaknya bisa diuji, hipotesis yang baik variabelnya dapat diukur dan dibanding kan.
  • Hipotesis hendaknya bisa diuji, hipotesis yang baik variabelnya dapat diukur dan dibandingkan.

5. Kebutuhan akan data:

Bila persoalan sudah cukup jelas, metode pemecahan permasalahan sudah ditetapkan maka jelas pulalah jenis data yang dibutuhkan. Sehingga terhidar pengumpulan data terlalu banyak data yang tidak dibutuhkan, dan terlalu sedikit data yang diperlukan dalam penelitian dan data ini tidak ada. Untuk pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan berbagai teknik dan alat misalnya: melalui test, wawancara atau analisis sumber dokumendan sebagainya.